RADARTUBAN - Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei akibat serangan militer Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Menyusul peristiwa tersebut, Iran menetapkan mekanisme kepemimpinan sementara sesuai konstitusi negara itu.
Mekanisme Kepemimpinan Kolektif Diberlakukan
Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber menyampaikan bahwa tugas Pemimpin Tertinggi akan dijalankan secara kolektif oleh Presiden Iran, Ketua Mahkamah Agung, serta satu anggota Dewan Wali selama masa kekosongan jabatan. Pernyataan itu disampaikan kepada kantor berita IRNA, sebagaimana dilansir Antara.
Baca Juga: Tangis Pecah di Televisi Nasional: Iran Resmi Konfirmasi Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
Pada Sabtu pagi waktu setempat, Amerika Serikat dan Israel melancarkan rangkaian serangan udara ke sejumlah wilayah di Iran, termasuk ibu kota Teheran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan berupa rudal ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Donald Trump Klaim Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Iran Belum Konfirmasi
Kematian Khamenei Picu Masa Berkabung Nasional
Kematian Ali Khamenei dikonfirmasi terjadi akibat serangan rudal yang menghantam lokasi tempat ia bekerja.
Menyusul wafatnya pemimpin tertinggi tersebut, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan memberlakukan libur kerja selama satu pekan.
Dalam pernyataan terpisah, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersama Angkatan Darat Iran menyatakan sumpah untuk membalas kematian Khamenei.
Media pemerintah Iran, Fars, juga mengonfirmasi wafatnya Khamenei dan melaporkan bahwa sejumlah anggota keluarganya turut menjadi korban dalam serangan tersebut.
Informasi yang dikutip Sky News menyebutkan beberapa anggota keluarga dekat berada di antara korban tewas.
Sementara itu, Al Arabiya melaporkan, dengan mengutip sumber keluarga, bahwa seorang putri, menantu laki-laki, cucu, serta menantu perempuan Khamenei termasuk dalam daftar korban.
Eskalasi Konflik Timur Tengah Meningkat
Laporan-laporan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Khamenei tewas dalam serangan udara. Pernyataan itu sempat dibantah oleh media pemerintah Iran.
Trump menyebut situasi tersebut sebagai peluang bagi rakyat Iran untuk mengambil kembali kendali atas negaranya dan menegaskan bahwa operasi militer Amerika Serikat akan terus berlanjut.
Serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu tersebut menargetkan jajaran kepemimpinan tertinggi Iran dan dinilai telah mendorong eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Trump menyatakan operasi tersebut bertujuan menghilangkan ancaman keamanan terhadap Amerika Serikat sekaligus membuka jalan bagi perubahan politik di Iran.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni