Presiden Xi Jinping Kutuk Keras Pembunuhan Khamenei, Desak Eskalasi Militer Dihentikan

M Robit Bilhaq • Dipublikasikan Selasa, 3 Maret 2026 | 06:37 WIB

Pemimpin tertinggi Cina, Xi Jinping
Pemimpin tertinggi Cina, Xi Jinping

RADARTUBAN - China mengecam keras pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pemerintah Beijing menuntut agar semua eskalasi militer segera dihentikan.

China Kutuk Aksi Pembunuhan Pemimpin Iran

Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, China menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan dan stabilitas nasional Iran.

Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa tindakan AS dan Israel melanggar Piagam PBB dan aturan dasar interaksi internasional.

Pernyataan resmi ini dirilis pada hari Minggu, 1 Maret 2026, menekankan penolakan dan kutukan mendalam terhadap kejadian tersebut.

Baca Juga: Konflik AS-Israel-Iran Meluas, Ribuan Jemaah Umrah Asal RI Terancam Tak Bisa Pulang

Diplomasi China-Rusia Terkait Krisis

Media pemerintah China melaporkan adanya komunikasi telepon antara diplomat senior Beijing, Wang Yi, dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

Dalam percakapan itu, Wang Yi menyebut tindakan AS dan Israel untuk menyingkirkan pemimpin sebuah negara berdaulat sebagai provokasi yang tidak dapat ditoleransi.

Beijing juga menyuarakan kekhawatiran bahwa situasi ini bisa memicu krisis lebih luas di Timur Tengah.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebelumnya menyebut aksi tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap moralitas dan hukum internasional.

Imbauan Evakuasi Warga China

Beijing mengeluarkan instruksi mendesak bagi warganya di Iran untuk segera evakuasi.

Pemerintah juga menyarankan pemegang paspor China untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat yang bebas visa, termasuk melalui Azerbaijan, Armenia, hingga Turki, demi keselamatan warga negara mereka. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
presiden xi jinping iran Amerika Serikat China operasi militer Israel ayatollah ali khamenei