Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Selat Hormuz Diblokade, Menteri ESDM Bahlil Beberkan Nasib 25 Persen Pasokan Impor Minyak Indonesia

M Robit Bilhaq • Selasa, 3 Maret 2026 | 19:39 WIB

 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

RADARTUBAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi menanggapi terkait dampak konflik bersenjata yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat serta Israel.

Pertikaian tersebut telah menyebabkan pemblokiran Selat Hormuz di Iran, yang merupakan salah satu jalur navigasi paling vital bagi distribusi minyak mentah dari kawasan Timur Tengah menuju berbagai negara di benua Asia.

Bahlil menjelaskan bahwa penghentian lalu lintas di Selat Hormuz memberikan pengaruh besar terhadap ketersediaan energi di tingkat dunia.

Dikarenakan jalur laut tersebut menjadi perlintasan bagi sekitar 20,1 juta barel pasokan minyak global setiap harinya.

Dalam penjelasannya pada konferensi pers di kantor Kementerian ESDM pada hari Selasa (3/3), Bahlil menjelaskan bahwa volume minyak yang melintasi selat tersebut mencakup juga minyak mentah yang dibeli oleh Indonesia dari wilayah Timur Tengah.

Meskipun demikian, Bahlil mencatat bahwa dalam situasi saat ini, ketergantungan Indonesia pada jalur tersebut berkisar antara 20 hingga 25 persen.

Sisanya, kebutuhan minyak nasional dipenuhi melalui pengiriman dari wilayah lain seperti Afrika, khususnya Angola, serta dari benua Amerika melalui negara Brasil dan Amerika Serikat sendiri.

"Sebagai langkah antisipasi agar kedaulatan energi nasional tidak terganggu oleh gejolak internasional tersebut, pemerintah telah melakukan analisis mendalam," kata dia.

Hasil dari pengkajian tersebut memutuskan bahwa otoritas terkait akan menempuh jalur alternatif, yaitu dengan menggeser sumber impor minyak yang semula berasal dari Timur Tengah dialihkan ke Amerika Serikat.

Bahlil menekankan bahwa walaupun ada prediksi yang menyebutkan pertikaian militer ini mungkin berlangsung selama satu bulan, pemerintah merasa masa berakhirnya konflik tersebut tetap sulit untuk dipastikan secara akurat.

Maka dari itu, kementerian mengambil kebijakan berdasarkan kemungkinan situasi yang paling sulit.

Saat ini, strategi yang ada yaitu dengan memindahkan sebagian besar sumber pasokan minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat untuk menjamin adanya jaminan stok energi yang stabil bagi masyarakat. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#bahlil lahadalia #timur tengah #menteri esdm #impor minyak #Amerika Serikat