Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Iran Kerahkan Drone Shahed-136 Serang Aset Militer AS di Timur Tengah

M Robit Bilhaq • Selasa, 3 Maret 2026 | 20:45 WIB

Drone Shahed-136.
Drone Shahed-136.

RADARTUBAN - Sebagai bentuk respons atas agresi pengeboman yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel, serangan balasan dilancarkan oleh Iran, yang menargetkan berbagai aset militer Washington di kawasan Timur Tengah.

Dalam operasi serangan balik tersebut, Teheran mengerahkan ribuan unit pesawat tanpa awak dengan biaya murah yang dikenal dengan nama Shahed-136.

Sejumlah laporan dari berbagai sumber mengonfirmasi adanya gempuran drone tersebut di titik-titik strategis di Bahrain, Kuwait, serta Uni Emirat Arab, termasuk serangan yang menyasar markas besar Armada Kelima AS yang berlokasi di Bahrain.

Dalam bahasa persia Istilah "Shahed" sendiri memiliki arti saksi.

Perangkat udara ini dirancang agar dapat diproduksi dengan anggaran yang sangat minim dan lazim dioperasikan sebagai senjata bunuh diri yang fungsinya agak mirip dengan rudal.

Sebelum unit Shahed meledak saat menghunjam targetnya, biasanya akan akan mengeluarkan bunyi dengungan khas yang dihasilkan oleh mesin penggerak drone tersebut.

Shahed memiliki dimensi panjang kurang lebih 2,5 meter dengan bentang sayap mencapai 3,5 meter.

Pada bagian moncongnya, terdapat hulu ledak dengan bobot 200 kilogram yang juga disertai dengan sensor optik guna memantau sasaran secara akurat.

Berbagai catatan militer menyebutkan bahwa pesawat tanpa awak tersebut juga diandalkan Rusia saat konflik di Ukraina, dan mampu melaju hingga kecepatan 850 kilometer per jam.

Fakta unik dari shahed adalah mesin piston model MD550 yang menggerakkan drone ini yang kabarnya diperoleh melalui platform e-commerce asal China, AliExpress.

Pada fase awal penerbangan, Shahed menggunakan bantuan mesin roket untuk mendapatkan daya dorong saat mengudara pertama.

Setelah berhasil terbang, mesin roket tersebut akan terlepas secara otomatis dan digantikan oleh kinerja mesin internal pesawat.

Meski tidak tergolong sebagai teknologi militer yang sangat canggih, Shahed terbukti memiliki efektivitas tinggi dan sulit untuk ditumpas oleh sistem pertahanan sasaran.

Nilai produksinya yang sangat ekonomis memungkinkan pengiriman dalam jumlah massal dan diposisikan sebagai perangkat yang dapat dikorbankan.

Produsen dari senjata ini adalah Iran Aircraft Manufacturing Industrial Company (HESA), sebuah entitas yang dikenal berafiliasi erat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran, dengan fasilitas produksi utama yang terletak di Pangkalan Udara Badr, Isfahan.

Selain varian Shahed-136, militer Iran juga mengoperasikan tipe Shahed-131 yang dimensinya lebih kecil, yaitu panjang 2,6 meter dan lebar sayap 2,2 meter dengan berat total sekitar 135 kilogram.

Untuk varian yang lebih kecil ini, bobot hulu ledak yang dibawa juga lebih ringan, yakni sekitar 15 kilogram. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#aksi #kuwait #bahrain #iran #armada #Amerika Serikat #Israel #uni emirat arab