RADARTUBAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum tegas terkait konflik dengan Iran, menegaskan bahwa satu-satunya syarat mengakhiri perang adalah penyerahan tanpa syarat dari Teheran.
Ultimatum Trump Lewat Truth Social
Pernyataan ini disampaikan melalui unggahan di platform Truth Social pada Jumat (6/3), di tengah eskalasi serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
"Tidak ada kesepakatan dengan Iran kecuali PENYERAHAN TANPA SYARAT," tulis Trump dalam keterangannya.
Baca Juga: Trump Santai Harga BBM Meroket akibat Ketegangan dengan Iran: Kalau Naik, Ya Naik Saja
Janji Bangun Kembali Ekonomi Iran
Trump juga menjanjikan bantuan pembangunan kembali ekonomi Iran jika negara tersebut mematuhi syarat yang diajukan.
Ia menyebut Amerika Serikat dan sekutunya siap mengembalikan Iran dari ambang kehancuran.
Menurutnya, Iran bisa menjadi negara yang "lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat secara ekonomi" dibanding sebelumnya, dengan syarat munculnya kepemimpinan baru yang dianggap layak dan dapat diterima.
Baca Juga: Istri Andrea Pirlo Ungkap Situasi Dubai Usai Serangan Iran: Dentuman Terdengar, Kota Tetap Tenang
Konflik Timur Tengah Memanas
Ultimatum tersebut muncul saat Israel menggempur sejumlah target di ibu kota Iran, Tehran, serta posisi Hezbollah di Beirut.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengisyaratkan adanya peningkatan dramatis dalam intensitas serangan militer.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal serta drone ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat dan target lain di kawasan Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya perang regional.
Seruan Kepada Aparat Iran
Trump juga mendesak aparat keamanan Iran, termasuk Islamic Revolutionary Guard Corps, militer, serta kepolisian untuk meletakkan senjata.
Di akhir unggahannya, Trump bahkan menciptakan slogan baru "Make Iran Great Again" (MIGA), yang merupakan variasi dari slogan politiknya yang terkenal, "Make America Great Again" (MAGA).
Serangan militer sebelumnya disebut telah mengubah dinamika politik di Iran, termasuk kematian Khamenei.
Trump juga menyatakan keterlibatannya dalam proses pemilihan pemimpin pengganti di negara tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni