Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jay Graber Mundur dari Posisi CEO Bluesky, Toni Schneider Ditunjuk sebagai Pemimpin Sementara

Andika Julia Perdana Putra • Rabu, 11 Maret 2026 | 18:10 WIB

CEI Bluesky Jay Graber resmi mundur dari jabatannya.
CEI Bluesky Jay Graber resmi mundur dari jabatannya.

RADARTUBAN – Platform media sosial penantang X dan Threads, Bluesky, resmi mengalami perubahan kepemimpinan.

Jay Graber yang selama ini menjabat sebagai CEO memutuskan mundur dari posisi tersebut dan beralih ke jabatan baru sebagai Chief Innovation Officer.

Pengumuman tersebut disampaikan perusahaan melalui blog resmi mereka. Dalam keterangannya, Graber menjelaskan bahwa Bluesky kini telah memasuki fase baru perkembangan sehingga membutuhkan pemimpin dengan pengalaman operasional yang kuat untuk memperluas skala bisnis serta strategi perusahaan.

Untuk sementara waktu, posisi CEO akan diisi oleh Toni Schneider sebagai CEO interim.

Schneider dikenal sebagai mantan CEO Automattic, perusahaan induk dari WordPress, sekaligus investor serta penasihat di Bluesky.

Dewan Direksi Cari CEO Permanen

Selain menunjuk pemimpin sementara, dewan direksi Bluesky juga mulai melakukan pencarian sosok baru yang akan mengisi kursi CEO secara permanen.

Meski mundur dari posisi tertinggi perusahaan, Graber diperkirakan tetap memiliki pengaruh besar dalam arah pengembangan Bluesky.

Selain bertanggung jawab atas inovasi produk, ia juga masih menjadi anggota aktif dewan direksi perusahaan.

Peran Penting Sejak Awal Bluesky

Graber telah memainkan peran penting dalam perjalanan Bluesky sejak proyek ini masih menjadi inisiatif di Twitter yang didukung oleh salah satu pendirinya, Jack Dorsey.

Pada 2021, Graber resmi ditunjuk sebagai CEO ketika Bluesky mulai dikembangkan sebagai entitas independen.

Setahun kemudian, pada 2022, proyek tersebut sepenuhnya terpisah dari Twitter dan berdiri sebagai perusahaan sendiri.

Di bawah kepemimpinannya, Bluesky berkembang dari platform berbasis undangan menjadi jejaring sosial publik.

Saat ini, Bluesky disebut telah memiliki lebih dari 43 juta pengguna aktif, menjadikannya salah satu alternatif media sosial pasca-Twitter dengan pendekatan jaringan terbuka berbasis protokol AT.

Tantangan Moderasi dan Regulasi

Meski pertumbuhannya cukup pesat, Bluesky masih menghadapi berbagai tantangan.

Beberapa di antaranya berkaitan dengan moderasi konten serta kepatuhan terhadap regulasi baru, termasuk aturan verifikasi usia pengguna di sejumlah wilayah.

Sebagai CEO sementara, Schneider menyatakan optimisme terhadap masa depan platform tersebut.

Ia menilai Bluesky telah berhasil menghadirkan konsep jejaring sosial yang menggabungkan kebebasan pengguna dengan kemudahan layanan.

Ke depan, Bluesky akan berfokus pada fase pertumbuhan berikutnya sekaligus memperkuat ekosistem aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas jaringan platform tersebut. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Toni Schnider #pemimpin sementara #Jay Graber #bluesky