RADARTUBAN – BYD dilaporkan tengah menimbang untuk terjun ke ajang Formula 1, setelah Bloomberg melaporkan niat ini pada Selasa (10/3).
Langkah ini sejalan dengan ambisi BYD untuk memperluas eksposur global dan memperkuat posisi di pasar internasional.
Potensi Debut di Grid F1
Jika bergabung, BYD bisa menjadi pendatang baru di F1 menyusul debut Cadillac dan Audi pada tahun ini.
Baca Juga: F1 2026 Dinilai Makin Kompleks, Verstappen Sebut Balapan Tak Lagi Ramah bagi Penggemar Baru
Regulasi terbaru F1 meningkatkan peran tenaga listrik hingga 50% dari total tenaga yang dihasilkan:
-
MGU-K: Motor Generator Unit–Kinetic menghasilkan 350 kW ke roda belakang, hampir tiga kali lipat dibanding regulasi lama.
-
Motor listrik ini dikombinasikan dengan mesin V6 turbocharged 1,6 liter, standar saat ini di F1.
Teknologi dari Yangwang
BYD dapat memanfaatkan teknologi dari merek premium mereka, Yangwang. Yangwang U9 memiliki empat motor listrik independen dengan total daya sekitar 960 kW (1.287 hp) dan mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam 2,3 detik.
Strategi Masuk F1
Saat ini belum ada keputusan final mengenai pendekatan BYD:
-
Membentuk tim baru, yang membutuhkan proses panjang.
-
Mengakuisisi tim F1 yang sudah ada, seperti langkah Audi sebelumnya.
Selain F1, BYD juga mempertimbangkan keikutsertaan dalam World Endurance Championship, termasuk balapan legendaris Le Mans 24 jam, sebagai strategi untuk menyaingi pabrikan besar dunia seperti Ferrari, McLaren, dan Mercedes. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni