Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menhan AS Klaim Mojtaba Khamenei Cacat Wajah: Benarkah Pemimpin Baru Iran Sedang Bersembunyi?

M Robit Bilhaq • Sabtu, 14 Maret 2026 | 20:00 WIB

Pete Hegseth selaku Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS)
Pete Hegseth selaku Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS)

RADARTUBAN - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengeluarkan pernyataan mengejutkan dengan mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengalami luka serius hingga cacat pada bagian wajah.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dalam konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

Klaim AS Soal Kondisi Mojtaba

Hegseth menyoroti kondisi fisik Mojtaba Khamenei untuk meragukan kemampuannya memimpin Iran setelah resmi disebut sebagai pemimpin baru negara tersebut.

Isu mengenai kondisi kesehatan Mojtaba mencuat setelah pesan perdananya disiarkan oleh televisi pemerintah Iran pada Kamis (12/3).

Namun, pesan tersebut hanya dibacakan oleh seorang presenter tanpa menampilkan sosok Mojtaba secara visual.

Dalam pesan tertulis tersebut, Mojtaba berkomitmen untuk tetap memblokir Selat Hormuz serta memperingatkan negara-negara di kawasan agar menutup pangkalan militer Amerika Serikat atau berisiko menjadi target serangan Iran.

“Kita tahu bahwa pemimpin yang disebut-sebut itu sedang terluka dan kemungkinan mengalami cacat wajah,” kata Hegseth, seperti dikutip Reuters, Sabtu (14/3).

Baca Juga: Heboh Aset Mewah Mojtaba Khamenei: Pemimpin Baru Iran Diduga Miliki Properti Triliunan di Inggris

Pertanyakan Legitimasi Pemimpin Baru Iran

Hegseth juga mempertanyakan mengapa Iran hanya merilis pernyataan tertulis tanpa rekaman video maupun suara dari Mojtaba.

Menurutnya, Iran memiliki fasilitas rekaman yang memadai sehingga tidak ada alasan untuk tidak menampilkan pemimpinnya secara langsung jika memang dalam kondisi sehat.

“Iran memiliki banyak kamera dan banyak perekam suara. Mengapa pernyataan tertulis? Saya pikir Anda tahu alasannya. Ayahnya meninggal. Dia takut, dia terluka, dia buron, dan tidak memiliki legitimasi,” ujarnya.

Iran Bantah Luka Parah

Di sisi lain, seorang pejabat dari pihak Iran menyatakan bahwa pemimpin tertinggi mereka memang mengalami luka, tetapi hanya bersifat ringan dan tetap menjalankan tugasnya secara normal.

Dalam pesan perdananya, Mojtaba kembali menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz akan terus dilanjutkan selama perang berlangsung sebagai instrumen tekanan terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh Iran.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa Iran akan tetap melancarkan serangan terhadap berbagai basis militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Meski menunjukkan sikap tegas terhadap AS, Mojtaba menegaskan keinginannya untuk tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara di dunia Arab di tengah konflik regional yang semakin memanas.(*).

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#iran #pemimpin tertinggi #Amerika Serikat #Mojtaba Khamenei #menteri pertahanan #Pete Hegseth