RADARTUBAN - Setelah serangan rudal mematikan menghantam kota Bryansk, Rusia, ketegangan diplomatis antara Moskow dan London mencapai titik kritis
Pihak Kremlin secara resmi menuduh Inggris terlibat langsung dalam operasi yang menggunakan rudal jelajah jarak jauh Storm Shadow tersebut.
Rusia Sebut Serangan Mustahil Tanpa Bantuan Militer Inggris
Dmitry Peskov, selaku Juru bicara Rusia, menegaskan bahwa serangan Ukraina ke wilayah kedaulatan mereka mustahil terjadi tanpa asistensi teknis mendalam dari spesialis militer Inggris.
Menurutnya, teknologi sistem senjata canggih seperti Storm Shadow membutuhkan dukungan langsung dari negara penyedia dalam operasionalnya.
Baca Juga: Bukan Hanya Rudal, Iran Lancarkan Perang Siber ke AS: Bank hingga CCTV Jadi Sasaran!
Serangan di Bryansk Tewaskan Warga Sipil
Gubernur Bryansk, Aleksandr Bogomaz, melaporkan bahwa serangan pada hari Selasa tersebut telah menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan lainnya.
Bogomaz mengecam keras aksi pemboman tersebut sebagai tindakan terorisme tidak manusiawi karena menargetkan warga sipil saat pergantian sif kerja di sebuah pabrik lokal.
Rusia Tegaskan Operasi Militer di Ukraina Akan Terus Berlanjut
Selain itu, Moskow mengklaim keberhasilan operasi militer di Ukraina adalah satu-satunya cara untuk menjamin keamanan wilayah Rusia dari ancaman serupa.
Peskov menegaskan bahwa tujuan utama kampanye ini tetap pada demiliterisasi Kiev guna melucuti kemampuan mereka dalam melakukan serangan barbar di masa depan.
Rusia Klaim Tujuh Rudal Inggris Digunakan
Kementerian Luar Negeri Rusia mengungkapkan bahwa sebanyak tujuh rudal jelajah Inggris digunakan dalam serangan tersebut.
Pihak kementerian menuntut Inggris dan negara-negara pendukung Ukraina memikul tanggung jawab penuh atas hilangnya nyawa warga sipil.
Rusia Desak PBB Bertindak
Mereka juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera bereaksi, seraya memperingatkan bahwa sikap diam dunia internasional akan dianggap sebagai lampu hijau bagi tindakan kriminal lebih lanjut.
Saat ini, hari berkabung telah diumumkan di Bryansk untuk menghormati para korban.
Sebanyak 20 korban masih dirawat di rumah sakit, dengan sembilan orang dalam kondisi kritis yang harus dievakuasi ke fasilitas medis khusus.
Storm Shadow Miliki Jangkauan Hingga 560 Kilometer
Rudal Storm Shadow sendiri memiliki daya jangkau hingga 560 kilometer, membuat kota-kota seperti Bryansk yang terletak dekat perbatasan menjadi target yang sangat rentan bagi persenjataan Barat. (*)