RADARTUBAN - Pencabutan sejumlah pembatasan oleh Amerika Serikat diperkirakan akan berdampak pada sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang saat ini sedang dalam proses pengiriman. Hal tersebut disampaikan oleh pejabat Rusia pada Jumat.
Utusan Khusus Rusia Ungkap Dampak Kebijakan Washington
Pernyataan itu diungkapkan oleh Kirill Dmitriev, Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) sekaligus utusan khusus Presiden Rusia untuk kerja sama ekonomi dengan negara-negara asing.
AS Izinkan Penjualan Minyak yang Sudah Dimuat ke Kapal
Sebelumnya, pada hari yang sama, pemerintah Amerika Serikat memberikan izin atas penjualan minyak mentah Rusia serta produk minyak bumi yang telah dimuat ke kapal hingga Kamis (12/3).
Pengumuman Disampaikan Lewat Telegram
Dalam unggahannya di Telegram, Dmitriev menyebut Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengumumkan bahwa Washington tidak hanya melonggarkan pembatasan terkait pembelian minyak Rusia oleh India, tetapi juga mencabut pembatasan terhadap sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang saat ini sedang dalam perjalanan.
Krisis Energi Global Jadi Faktor Pertimbangan
Dmitriev menilai bahwa di tengah meningkatnya tekanan dalam krisis energi global, pelonggaran tambahan terhadap pembatasan produk energi Rusia kemungkinan semakin sulit dihindari.
Potensi Penolakan dari Uni Eropa
Meski demikian, menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menghadapi penolakan dari sejumlah kalangan birokrasi di Uni Eropa, yang ia sebut sebagai “birokrasi Brussel”.
Ia juga menambahkan bahwa langkah pencabutan pembatasan ini menunjukkan pengakuan Amerika Serikat bahwa stabilitas pasar energi global akan sulit terjaga tanpa adanya pasokan energi dari Rusia.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni