Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

AS Cabut Pembatasan, Sekitar 100 Juta Barel Minyak Rusia dalam Transit Terdampak

Siti Rohmah • Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:10 WIB

Ilustrasi Kapal tanker Vladimir Arsenyev bersandar di terminal minyak mentah Kozmino
Ilustrasi Kapal tanker Vladimir Arsenyev bersandar di terminal minyak mentah Kozmino

RADARTUBAN - Pencabutan sejumlah pembatasan oleh Amerika Serikat diperkirakan akan berdampak pada sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang saat ini sedang dalam proses pengiriman. Hal tersebut disampaikan oleh pejabat Rusia pada Jumat.

Utusan Khusus Rusia Ungkap Dampak Kebijakan Washington

Pernyataan itu diungkapkan oleh Kirill Dmitriev, Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) sekaligus utusan khusus Presiden Rusia untuk kerja sama ekonomi dengan negara-negara asing.

AS Izinkan Penjualan Minyak yang Sudah Dimuat ke Kapal

Sebelumnya, pada hari yang sama, pemerintah Amerika Serikat memberikan izin atas penjualan minyak mentah Rusia serta produk minyak bumi yang telah dimuat ke kapal hingga Kamis (12/3).

Baca Juga: Limbah Plastik Siap Gantikan Minyak Pelumas Berbahan Minyak Bumi, Mahasiswa UI Penemunya Masih Mengembangkan

Pengumuman Disampaikan Lewat Telegram

Dalam unggahannya di Telegram, Dmitriev menyebut Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengumumkan bahwa Washington tidak hanya melonggarkan pembatasan terkait pembelian minyak Rusia oleh India, tetapi juga mencabut pembatasan terhadap sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang saat ini sedang dalam perjalanan.

Krisis Energi Global Jadi Faktor Pertimbangan

Dmitriev menilai bahwa di tengah meningkatnya tekanan dalam krisis energi global, pelonggaran tambahan terhadap pembatasan produk energi Rusia kemungkinan semakin sulit dihindari.

Potensi Penolakan dari Uni Eropa

Meski demikian, menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menghadapi penolakan dari sejumlah kalangan birokrasi di Uni Eropa, yang ia sebut sebagai “birokrasi Brussel”.

Ia juga menambahkan bahwa langkah pencabutan pembatasan ini menunjukkan pengakuan Amerika Serikat bahwa stabilitas pasar energi global akan sulit terjaga tanpa adanya pasokan energi dari Rusia.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#rusia #pembatasan #minyak bumi #Amerika Serikat #barel