Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Situasi Memanas, Formula 1 Coret GP Bahrain dan Arab Saudi dari Kalender 2026

Andika Julia Perdana Putra • Senin, 16 Maret 2026 | 10:10 WIB

F1 resmi batalkan gelaran GP Bahrain dan GP Arab Saudi.
F1 resmi batalkan gelaran GP Bahrain dan GP Arab Saudi.

RADARTUBAN - Setelah menjadi perbincangan hangat selama pekan ini, Formula 1 secara resmi memutuskan untuk membatalkan dua ajang balap di Timur Tengah yakni Bahrain Grand Prix dan Saudi Arabian Grand Prix pada April mendatang.

Keputusan ini diambil setelah pihak F1 dan Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) melihat situasi keamanan di kawasan tersebut memburuk akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pembatalan ini membuat kalender balap F1 mengalami perubahan yang signifikan. Setelah Japanese Grand Prix pada 29 Maret nanti, praktis tidak akan ada seri balapan hingga Miami Grand Prix pada 3 Mei.

Artinya, Formula 1 akan mengalami jeda sekitar lima minggu di tengah musim yang sedang berlangsung.

GP Bahrain awalnya dijadwalkan pada 12 April, kemudian diikuti GP Arab Saudi di Jeddah pada pekan berikutnya.

Baca Juga: Adrian Newey Akui Aston Martin Hadapi Masalah Mesin Serius Jelang GP Australia 2026

Ketegangan Kawasan Teluk Meningkat

Namun meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk membuat pihak penyelenggara tidak mendapatkan kepastian terkait kondisi keamanan.

Situasi konflik semakin memanas setelah terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei pada akhir Februari lalu.

Sejak saat itu, sejumlah negara di kawasan, termasuk Bahrain, menjadi sasaran serangan balasan Iran karena terdapat pangkalan militer milik AS di wilayah tersebut.

Opsi Sirkuit Pengganti Tak Terwujud

F1 sebenarnya sempat mempertimbangkan beberapa opsi alternatif untuk menggantikan dua seri balapan tersebut.

Sirkuit Autódromo Internacional do Algarve di Portugal, Autodromo Internazionale Enzo e Dino Ferrari di Italia, serta Istanbul Park di Turki sempat disebut sebagai kandidat pengganti.

Selain itu, terdapat pula opsi untuk menggelar balapan dua kali berturut-turut di Suzuka Circuit di Jepang.

Namun berbagai opsi tersebut akhirnya tidak dapat diwujudkan karena kendala logistik serta pertimbangan komersial.

Musim F1 2026 Berkurang Jadi 22 Seri

Dengan keputusan ini, musim F1 2026 hanya akan berlangsung selama 22 seri, berkurang dari jadwal semula sebanyak 24 balapan.

Baik GP Bahrain maupun GP Arab Saudi dipastikan tidak akan dijadwalkan ulang mengingat kalender balap F1 yang sudah sangat padat.

Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem mengatakan keselamatan semua pihak tetap menjadi prioritas utama.

Ia menyebut keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor keamanan di kawasan.

Dampak Juga Dirasakan Kejuaraan Lain

Selain F1, dampak konflik ini juga dirasakan oleh kejuaraan lain. FIA World Endurance Championship resmi menunda balapan pembuka di Qatar dari 28 Maret menjadi 24 Oktober.

Sementara itu, MotoGP juga tengah berupaya untuk menjadwalkan ulang seri balap yang digelar di Doha.

Dari sisi finansial, pembatalan dua seri balap ini diperkirakan menyebabkan kerugian hingga 100 juta dolar AS.

Namun bagi tim-tim F1, absennya dua seri balap di Timur Tengah justru dapat menghemat biaya operasional karena tidak perlu mengeluarkan dana perjalanan ke kawasan tersebut.(*).

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#gp bahrain #timur tengah #iran #saudi Arabian Grand Prix #Bahrain Grand Prix #Amerika Serikat #Formula 1 #Israel