Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Keir Starmer Tolak Ajakan Donald Trump, Pembukaan Selat Hormuz Bukan Misi NATO

Ika Nur Jannah • Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05 WIB

 

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer

RADARTUBAN- Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa ajakan Presiden AS Donald Trump untuk membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz bukan merupakan misi NATO.

Pernyataan Starmer disampaikan pada Senin (16/3) menyusul seruan Trump agar sejumlah negara sekutu, termasuk Inggris dan bahkan China, mengirim kapal perang ke selat strategi tersebut.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons terhadap serangan AS-Israel sejak akhir Februari telah memicu beredarnya harga minyak dunia melebihi 100 dolar AS per barel.

Trump melalui media sosial mendesak negara-negara yang terdampak berupaya kapal Iran untuk mengirim perang bersama AS guna menjaga selat tetap terbuka dan aman.

Selat Hormuz merupakan rute vital bagi seperlima pasokan minyak dunia, sehingga penutupannya mengganggu perdagangan global secara signifikan.

Starmer menekankan bahwa Inggris sedang berkolaborasi dengan sekutu untuk menyusun langkah-langkah pemulihan navigasi tanpa melibatkan NATO secara langsung.

Meski Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband menyatakan sedang mempertimbangkan partisipasi untuk memastikan pembukaan selat, Starmer menolak kerangka NATO.

Ia menyoroti prioritas meredakan ketegangan sebagai cara paling efektif untuk mengatasi krisis tersebut.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi negara mana saja yang merespons seruan Trump. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#NATO #harga minyak dunia #Israel #perdana menteri inggris #selat hormuz #donald trump