Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rahasia Roti Jepang Shokupan: Mengapa Pinggirannya Tetap Putih, Lembut, dan Tidak Pernah Terbuang

Amaliya Syafithri • Senin, 30 Maret 2026 | 07:03 WIB
Roti khas Jepang yang dikenal sebagai Shokupan. (Instagram @adabtiv)
Roti khas Jepang yang dikenal sebagai Shokupan. (Instagram @adabtiv)

RADARTUBAN - Roti tawar di Jepang memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dari roti pada umumnya.

Salah satu cirinya adalah bagian pinggir atau kulit roti yang tetap berwarna putih, tidak kecokelatan seperti roti biasa.

Teknik Khusus Pemanggangan Shokupan

Keunikan ini bukan sekadar estetika, tetapi juga memiliki tujuan praktis dalam budaya konsumsi masyarakat Jepang.

Roti khas Jepang yang dikenal sebagai Shokupan dibuat dengan teknik khusus menggunakan cetakan tertutup saat dipanggang.

Baca Juga: Jogja Kini Jadi Pasar Perdagangan Narkoba yang Menjanjikan, Dikonsumsi dengan Roti Tawar

Metode ini membuat panas tersebar merata tanpa paparan langsung ke bagian luar roti, sehingga tidak terjadi proses karamelisasi yang biasanya menyebabkan warna cokelat pada kulit roti.

Bahan Berkualitas Hasilkan Tekstur Lembut

Selain teknik pemanggangan, bahan yang digunakan juga berperan penting.

Shokupan umumnya menggunakan susu, mentega, dan tepung berkualitas tinggi, yang menghasilkan tekstur sangat lembut dan rasa sedikit manis.

Hasilnya adalah roti dengan struktur halus dan empuk di seluruh bagian, termasuk pinggirannya.

Upaya Mengurangi Pemborosan Makanan

Menariknya, warna putih pada pinggiran roti ini juga bertujuan untuk mengurangi kebiasaan membuang kulit roti.

Di banyak negara, bagian pinggir roti sering dianggap keras atau kurang enak sehingga kerap dikupas dan dibuang.

Jepang mencoba mengatasi hal ini dengan menciptakan roti yang sepenuhnya lembut, sehingga seluruh bagian dapat dikonsumsi tanpa sisa.

Filosofi Efisiensi dan Nilai Estetika

Pendekatan ini mencerminkan budaya Jepang yang menghargai efisiensi dan menghindari pemborosan makanan.

Dengan membuat pinggiran roti tetap empuk dan berwarna putih, produsen tidak hanya meningkatkan kualitas rasa, tetapi juga mendorong konsumen untuk tidak menyia-nyiakan makanan.

Selain itu, roti dengan tampilan putih merata juga memiliki nilai estetika yang tinggi.

 Hal ini membuatnya sangat populer untuk berbagai hidangan seperti sandwich premium yang menekankan tampilan rapi dan menarik.

Dengan kombinasi teknik, bahan, dan filosofi tersebut, roti tawar Jepang menjadi contoh bagaimana inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar, baik dari segi rasa maupun keberlanjutan konsumsi makanan.
(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kulit roti #shokupan #roti khas jepang #roti tawar #jepang #makanan