Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Di Tengah Eskalasi Timur Tengah, Trump Sebut Iran Alami Pergantian Rezim

M Robit Bilhaq • Senin, 30 Maret 2026 | 20:05 WIB
 Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

RADARTUBAN - Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat, mengeluarkan pernyataan bahwa upaya militer bersama antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah berhasil memicu perubahan rezim di negara tersebut.

Dalam keterangannya kepada awak media di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump menyampaikan optimisme bahwa kesepakatan diplomatik dengan pihak Teheran dapat terwujud dalam waktu dekat.

Trump menekankan bahwasanya banhak sosok pemimpin Iran yang tewas akibat serangkaian operasi serangan yang dilancarkan pihak Amerika Serikat dan Israel selama sebulan terakhir.

Baca Juga: Fokus Perang Timur Tengah! Presiden Donald Trump Tunda Pertemuan Krusial dengan Xi Jinping

Menurut penilaian Trump, struktur kepemimpinan yang ada saat ini sudah benar-benar berbeda dan jauh lebih memiliki pemikiran yang masuk akal dibandingkan Kepemimpinan sebelumnya.

Trump  menegaskan bahwa saat ini pihaknya sedang berhadapan dengan kelompok orang yang memiliki karakteristik dan pendekatan yang baru, sehingga menganggap situasi tersebut sebagai tanda sahnya pergantian rezim.

Saat Trump ditanya terkait kemungkinan adanya kesepakatan resmi pada pekan depan, dirinya merespons dengan penuh keyakinan bahwa hal tersebut sangat mungkin terjadi dengan sangat cepat.

Pernyataan optimis tersebut muncul di tengah situasi regional yang masih bergejolak, di mana Iran dilaporkan baru saja melakukan serangan balasan ke wilayah Kuwait dan Arab Saudi.

Tindakan Iran tersebut diduga kuat sebagai respons atas hancurnya fasilitas pembangkit listrik mereka yang menyebabkan pemadaman total di sebagian wilayah Teheran serta daerah sekitarnya.

Di saat yang bersamaan, militer Israel tetap melanjutkan operasi serangannya terhadap kelompok Hizbullah di wilayah Lebanon bagian selatan yang mendapat dukungan penuh dari Iran.

Konflik di Lebanon tersebut juga telah memakan korban dari personel perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah adanya insiden serangan mematikan yang terjadi pada hari Minggu.

Di tengah ketegangan yang masih tinggi, pemerintah Pakistan muncul sebagai pihak yang menyatakan kesiapannya untuk menjadi mediator dalam dialog perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Pakistan merasa sangat terhormat karena kedua negara yang bertikai telah percaya kepada mereka untuk memfasilitasi proses pembicaraan diplomatik tersebut.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah tokoh internasional, termasuk Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, serta Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Mempertanyakan Keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

Dukungan internasional terhadap gagasan mediasi ini terus mengalir, di mana para diplomat global sedang merumuskan strategi untuk mengakhiri konflik secara cepat dan bersifat permanen.

Meskipun Trump berkali-kali memberikan sinyal terkait adanya kontak diplomatik dengan Iran, pihak Teheran sendiri sebelumnya sering kali membantah klaim adanya pembicaraan tersebut. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#amerika serika #iran #presiden #donald trump