RADARTUBAN - Sejumlah media di Malaysia ramai membahas kebijakan pemerintah Indonesia yang mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) bekerja dari rumah (WFH) setiap hari Jumat.
Langkah ini diambil untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) di tengah melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
Kebijakan WFH ASN itu sendiri lahir dari kebutuhan mendesak menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pemerintah bertujuan untuk mengurangi konsumsi BBM melalui perjalanan dinas dan kantor operasional, dengan mengorbankan sektor pelayanan publik esensial seperti kesehatan dan keamanan.
Baca Juga: Dunia Usaha Wanti-Wanti Dampak WFH, Sektor Manufaktur hingga UMKM Terancam Melambat
Media Malaysia menyoroti langkah ini sebagai respons inovatif terhadap krisis energi global.
Mereka juga membandingkannya dengan kajian serupa di negara tetangga, di mana Perdana Menteri Anwar Ibrahim memerintahkan evaluasi WFH untuk pegawai pemerintah guna antisipasi dampak perang.
Para pengamat menilai perhatian media Malaysia mencerminkan hubungan erat antarnegara di Asia Tenggara.
Meski demikian, implementasi kebijakan ini masih menuai pro dan kontra terkait efektivitas pelayanan publik. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama