Harta Konglomerat Israel Melejit di Tengah Perang, Idan Ofer hingga Eyal Ofer Catat Lonjakan Tajam

M Robit Bilhaq • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 20:06 WIB
Eyal Ofer, miliarder Israel justru semakin kaya (Dok. oferfamilyfoundation)
Eyal Ofer, miliarder Israel justru semakin kaya (Dok. oferfamilyfoundation)

RADARTUBAN - Menurut laporan Aljazeera, sepanjang tahun 2025 Israel adalah negara yang paling intens melakukan pemboman terhadap negara lain.

Yang menjadi sasaran serangan udara negara tersebut setidaknya terdapat enam wilayah yaitu Palestina, Iran, Lebanon, Qatar, Suriah, dan juga Yaman.

Di tahun 2026 ini, Israel terlibat dalam konflik bersenjata melawan Iran dengan dukungan dari Amerika Serikat.

Pertempuran yang berdampak besar pada stabilitas pasokan energi global tersebut diketahui telah berlangsung sejak tanggal 28 Februari 2026.

Meskipun berada dalam situasi perang yang berkelanjutan, muncul fenomena menarik di mana sejumlah konglomerat asal Israel justru mengalami peningkatan kekayaan yang sangat signifikan.

Forbes melalui daftar The Real-Time Billionaires melaporkan terdapat lebih dari 40 warga Israel yang masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia dengan akumulasi harta mencapai miliaran dolar.

Beberapa dari mereka mendapatkan keuntungan dari produk-produk yang sangat populer di pasar Indonesia.

Posisi pertama ditempati oleh Idan Ofer dengan kekayaan totalnya hingga sebesar US$ 34,9 miliar atau setara Rp 588,36 triliun per 11 Maret 2026.

Hartanya melonjak drastis hingga 50% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya melalui bisnis pelayaran Eastern Pacific Shipping yang mengelola lebih dari 210 kapal.

Di posisi kedua, saudara laki-lakinya, Eyal Ofer, menyusul dengan harta US$ 33,1 miliar atau Rp 558,02 triliun melalui imperium real estat dan investasi global di bawah bendera Ofer Global.

Peringkat ketiga dan keempat ditempati oleh duo bersaudara Igor dan Dmitri Bukhman yang masing-masing mengantongi US$ 13,5 miliar.

Mereka adalah otak di balik Playrix, pengembang gim daring populer seperti Township dan Fishdom.

Selanjutnya, Michael Federmann menempati posisi kelima dengan total kekayaan hingga US$ 11,3 miliar yang bersumber dari Elbit Systems, sebuah perusahaan teknologi pertahanan.

Urutan ke enam ditempati oelh Yitzhak Tshuva dengan harta US$ 8,7 miliar dari sektor energi dan properti.

Sementara itu, investor teknologi Yuri Milner menduduki posisi ketujuh dengan kekayaan US$ 8,6 miliar.

Di posisi kedelapan, Teddy Sagi mencatatkan kekayaan US$ 7 miliar dari bisnis perangkat lunak perjudian dan keamanan siber.

Arnon Milchan, produser film Hollywood yang sukses, berada di posisi kesembilan dengan harta US$ 6,4 miliar.

Terakhir, Shari Arison menutup daftar sepuluh besar dengan total kekayaan US$ 6 miliar sumbernya berasal dari warisan industri kapal pesiar serta berbagai investasi di sektor infrastruktur dan energi terbarukan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
eval ofer idan ofer konglomerat Israel