Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Guncang Timur Tengah! Israel Umumkan Tewasnya Naim Qassem, Bos Tertinggi Hizbullah dalam Serangan Beirut

M Robit Bilhaq • Jumat, 10 April 2026 | 16:09 WIB
Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem. (Jawapos.com)
Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem. (Jawapos.com)

RADARTUBAN - Militer Israel telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa pihaknya telah berhasil menewaskan Naim Qassem, sosok tertinggi dalam kepemimpinan kelompok bersenjata Hizbullah di Lebanon, melalui sebuah operasi serangan udara di Beirut pada waktu malam hari.

Hal tersebut diprediksi akan menjadi hantaman yang sangat berat bagi internal Hizbullah sekaligus bagi Iran sebagai mitra strategis utamanya di kawasan tersebut apabila pihak kelompok bersangkutan memberikan konfirmasi serupa.

Walaupun sebelumnya sudah terdapat kesepakatan penghentian pertikaian antara Israel dan Lebanon yang difasilitasi oleh Amerika Serikat pada tahun 2024, Israel terpantau masih terus melancarkan aksi militer secara berkala terhadap lokasi-lokasi yang mereka klaim sebagai basis Hizbullah.

Baca Juga: Iran Siap Buka Selat Hormuz 2 Minggu, AS-Israel Harus Hentikan Serangan sebagai Syarat Utama

Israel melontarkan tuduhan bahwa kelompok tersebut tengah berupaya melakukan pemulihan kekuatan militer dan pengadaan persenjataan kembali di tengah masa damai yang rapuh.

Di sisi lain, pihak Hizbullah menunjukkan sikap penolakan untuk menyerahkan atau melucuti persenjataan mereka sesuai dengan rancangan usulan Amerika Serikat yang ditujukan guna memperlama durasi gencatan senjata.

Sebelum peristiwa ini terjadi, Qassem pernah melontarkan ancaman terbuka kepada Israel dengan menyatakan bahwa serangan rudal akan menyasar wilayah negara tersebut jika eskalasi perang besar kembali diluncurkan terhadap Lebanon.

Israel sendiri memang telah secara sistematis berupaya melumpuhkan kekuatan tempur kelompok ini dan memberikan dampak signifikan melalui rangkaian operasi pembunuhan terhadap para tokoh kuncinya sejak pecahnya konflik di Gaza pada Oktober 2023.

Pada tahun 2024 silam, pendahulu Qassem yang merupakan pemimpin kawakan yakni Hassan Nasrallah juga tewas dalam serangan udara Israel di kawasan pinggiran Beirut.

Insiden tewasnya Nasrallah kala itu menjadi titik tertinggi dari ketegangan yang bermula saat Hizbullah mulai melepaskan tembakan ke arah posisi militer Israel di perbatasan sebagai aksi solidaritas terhadap kelompok Hamas di Palestina.

Hizbullah kemudian memberikan mandat kepemimpinan kepada Qassem, yang merupakan tokoh senior dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di dalam organisasi, selang satu bulan setelah wafatnya Nasrallah.

Sebagai catatan sejarah, Hizbullah didirikan pada tahun 1982 oleh kelompok militan Syiah di Lebanon dengan sokongan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran demi melakukan perlawanan terhadap pendudukan militer Israel di wilayah Lebanon bagian selatan pada periode tersebut. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#naim qassem #beirut #hizbullah #Israel #serangan udara