Misteri Sinyal Bakteri di Planet Tetangga! Benarkah Kita Tidak Sendirian di Tata Surya

M Robit Bilhaq • Dipublikasikan Minggu, 19 April 2026 | 13:03 WIB
Ilustrasi Planet Venus. (NASA)
Ilustrasi Planet Venus. (NASA)

RADARTUBAN- Setelah para ilmuwan mendeteksi sinyal kehidupan yang berasal dari planet tetangga dekat Bumi, isu terkait keberadaan makhluk luar angkasa kembali menjadi sorotan.

Yang menarik adalah, indikasi tersebut ditemukan di Venus, sebuah planet yang selama ini dikenal memiliki lingkungan sangat ekstrem dan mematikan.

Michelle Thaller dari NASA mengungkapkan adanya tanda-tanda di atmosfer Venus yang menyerupai hasil aktivitas biologis organisme tertentu.

Temuan tersebut kemudian mengejutkan karena para penelit sebelumnyai tidak memperkirakan adanya potensi kehidupan di wilayah tersebut.

Baca Juga: NASA Targetkan Misi Pendaratan di Bulan Setiap Tahun Mulai 2027 dalam Program Artemis Terbaru

Thaller sangat optimis bahwa penemuan kehidupan di luar Bumi akan segera terjadi di dalam sistem tata surya kita sendiri.

Thaller mengakui bahwa kini Venus menjadi lokasi pengamatan yang menarik karena atmosfernya menunjukkan zat yang mirip dengan produksi bakteri.

Venus selama ini dianggap tidak layak huni karena suhu permukaannya yang sangat panas dan jaraknya yang dekat dengan Matahari.

Atmosfer planet tersebut juga penuh dengan zat beracun seperti karbon dioksida dan asam sulfat yang menciptakan efek rumah kaca ekstrem.

Di sisi lain, pakar astrobiologi Dominic Papineau berpandangan lebih berhati-hati terkait klaim temuan tersebut.

Menurutnya, syarat utama adanya kehidupan di luar Bumi adalah penemuan air dalam bentuk cair untuk mendukung reaksi kimia.

Selain itu, bukti kuat lain yang harus terus digalu adalah keberadaan fosil pada batuan sedimen yang pernah bersentuhan dengan air.

Para ilmuwan hingga saat ini terus berusaha untuk mengumpulkan bukti fisik untuk memastikan apakah sinyal tersebut benar-benar berasal dari makhluk hidup. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
venus ilmuan bakteri bumi nasa