RADARTUBAN - Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, memastikan kelanjutan misi penjelajah Mars milik European Space Agency yang sempat tertunda lama.
Rover bernama Rosalind Franklin rover kini ditargetkan akan meluncur paling cepat pada tahun 2028.
Dalam rencana terbaru, peluncuran akan menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy dari Kennedy Space Center.
Kolaborasi ini menandai kembalinya NASA sebagai mitra utama setelah sebelumnya sempat mundur dari proyek.
Baca Juga: Astronot NASA Abadikan Bumi dari Luar Angkasa Menggunakan iPhone 17 Pro Max
Pada kerja sama tersebut, ESA bertanggung jawab menyediakan rover, wahana antariksa, dan pendarat.
Sedangkan NASA akan menyuplai komponen penting seperti sistem pengereman pendarat, unit pemanas, serta dukungan peluncuran.
Rover Rosalind Franklin dirancang untuk meneliti kemungkinan adanya kehidupan purba di Mars. Perangkat ini dibekali instrumen canggih, termasuk spektrometer massa dan alat analisis molekul organik.
Penelitian akan difokuskan di wilayah Oxia Planum, yang diyakini menyimpan jejak air di masa lalu.
Perjalanan misi ini terbilang panjang dan penuh hambatan. Gagasan awalnya sudah muncul sejak 2001, dengan target peluncuran pertama pada 2009.
Hanya saja, berbagai kendala seperti keterbatasan anggaran, masalah teknis, hingga perubahan mitra membuat jadwal terus mundur.
NASA sempat keluar dari proyek pada 2012 sebelum akhirnya Rusia bergabung sebagai mitra peluncuran. Namun kerja sama tersebut dihentikan pada 2022 yang kembali membuat misi berada di ujung ketidakpastian.
Situasi mulai membaik pada 2024 ketika NASA kembali terlibat. Meski sempat menghadapi tekanan pemotongan anggaran, rencana terbaru kini memberi harapan baru agar misi ambisius ini benar-benar bisa terlaksana pada 2028. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni