RADARTUBAN - Sinyal kuat muncul soal kelanjutan perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, setelah rencana pertemuan kedua sempat dibatalkan.
Beberapa sumber dari Pakistan mengindikasikan bahwa dialog tersebut kemungkinan digelar dalam 36 hingga 72 jam ke depan.
Presiden AS Donald Trump merespons isyarat ini dengan pesan singkat kepada The New York Post pada 22/4/2026, "Itu mungkin."
Pernyataan Trump disampaikan tak lama setelah pengumuman pembatalan pertemuan di Pakistan, yang tujuannya mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak Februari 2026.
Baca Juga: Iran Desak AS Segera Bebaskan Kapal Touska dan Seluruh Awak di Teluk Oman
Putaran negosiasi pertama di Islamabad berlangsung alot selama 21 jam pada awal April, tapi mandek tanpa kesepakatan.
Trump kemudian mengumumkan gencatan senjata sementara pada Selasa malam, atas desakan mediator seperti Perdana Menter Pakistan Shehbaz Sharif.
Sharif berharap kedua pihak memanfaatkan momen ini untuk "Kepak Damai yang Komprehensif" dalam putaran kedua di Islamabad. Namun, analis strategis menekankan bahwa keberhasilan bergantung pada konsolidasi posisi internal Iran.
Perkembangan negosiasi sangat bergantung pada proposal terkoordinasi dari seluruh kepemimpinan Iran.
Sementara itu, Sekjen PBB Antonio Guterres menyebut pembicaraan lanjutan "sangat mungkin" terjadi, meski pejabat AS mendinginkan ekspektasi karena isu nuklir Iran masih jadi ganjalan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni