RADARTUBAN - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan secara resmi bahwa terdapat sebanyak 40 kelompok terbang (kloter) dengan akumulasi 15.349 jemaah yang telah diterbangkan menuju Arab Saudi hingga tanggal 23 April 2026, yang bertepatan dengan hari keempat masa operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Berdasarkan total angka tersebut, sebanyak 9.884 jemaah yang terbagi ke dalam 25 kloter tercatat sudah mendarat di Madinah.
Ichsan Marsha selaku Juru Bicara Kemenhaj, dalam pernyataan resminya pada hari Sabtu (25/4), memaparkan bahwa hingga memasuki hari keempat ini, seluruh proses pemberangkatan 40 kloter tersebut berjalan dengan baik, dan pihaknya terus memastikan optimalisasi layanan bagi jemaah yang sudah tiba.
Selain data pemberangkatan, Kemenhaj juga melakukan pemantauan secara berkala perkembangan fasilitas kesehatan di Daerah Kerja (Daker) Madinah.
Baca Juga: Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Tetap Tenang Menyikapi Perubahan Cuaca di Arab Saudi
Terdapat 93 jemaah yang tercatat sedang mendapatkan penanganan rawat jalan, sementara 2 jemaah lainnya harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta 1 jemaah mendapatkan perawatan rujukan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Ichsan melanjutkan bahwa aspek kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah, di mana setiap data laporan yang masuk dijadikan fondasi untuk memperkuat kualitas layanan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah secara aman serta nyaman.
Dalam kesempatan tersebut, Kemenhaj juga mengungkapkan rasa belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya seorang jemaah haji dari kloter SOC-3 yang bernama Rodiyah (68), dikarenakan serangan jantung.
Pihak pemerintah menegaskan akan memenuhi seluruh hak jemaah yang bersangkutan, termasuk prosedur pelaksanaan badal haji bagi almarhumah.
Untuk menjaga kebugaran fisik para jemaah, Kemenhaj memberikan instruksi tegas kepada PPIH di setiap embarkasi agar mengurangi aktivitas seremonial pada saat proses pelepasan keberangkatan.
Di sisi lain, bagi para jemaah yang posisinya sudah berada di Madinah, diharapkan untuk selalu siaga menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi bisa menyentuh suhu 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 25 persen.
Ichsan menekankan agar para jemaah senantiasa menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan frekuensi minum air, dan selalu patuh pada instruksi yang diberikan oleh petugas di lapangan.
Hal ini sangat penting mengingat cuaca yang tergolong panas dapat memengaruhi kondisi fisik secara signifikan.
Terakhir, pihak kementerian kembali menegaskan dedikasinya untuk mewujudkan layanan Haji yang Ramah Lansia, Disabilitas, serta Perempuan, sebagai wujud nyata kehadiran dan kepedulian negara dalam melayani seluruh lapisan jemaah haji. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama