Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Presiden Iran Masoud Pezeshkian Imbau Warga Hemat Listrik di Tengah Ancaman Konflik

M Robit Bilhaq • Senin, 27 April 2026 | 08:02 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

RADARTUBAN - Masoud Pezeshkian selaku Presiden Iran, memberikan himbauan kepada seluruh masyarakatnya untuk mulai melakukan penghematan terhadap penggunaan energi listrik.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk peringatan bahwa walaupun saat ini kondisi pasokan energi masih mencukupi, terdapat indikasi bahwa Amerika Serikat beserta Israel memiliki target untuk memicu rasa ketidakpuasan di kalangan penduduk Iran.

Dalam tayangan televisi pemerintah yang dikutip oleh AFP pada hari Minggu (26/4), Presiden menyampaikan sebuah permintaan yang dinilai sederhana kepada rakyatnya yang saat ini tengah bersiaga di lapangan.

Baca Juga: Menlu Iran Bertolak ke Pakistan, Tegaskan Bukan untuk Negosiasi Langsung dengan AS

Permintaan tersebut yaitu agar masyarakat bersedia menurunkan tingkat konsumsi listrik serta energi mereka.

Pezeshkian menambahkan bahwa sekarang ini, pemerintah belum menuntut pengorbanan yang besar dari rakyat, melainkan hanya mengharapkan adanya kontrol terhadap konsumsi energi.

Pezeshkian memberikan perumpamaan agar masyarakat cukup menyalakan dua buah lampu saja di dalam rumah, bukan menghidupkan sepuluh lampu sekaligus. 

Meskipun saat ini sedang berlangsung kampanye pengeboman yang dilakukan oleh pihak Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, dilaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir tidak ditemukan adanya insiden pemadaman listrik di wilayah Teheran.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian melayangkan tuduhan kepada lawan-lawan politik Iran bahwa mereka sengaja mengincar infrastruktur vital serta menerapkan blokade demi memicu gejolak keresahan di masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memang telah berulang kali melontarkan ancaman untuk meluluhlantakkan infrastruktur kelistrikan milik Iran, namun ancaman tersebut terpantau belum terealisasi hingga saat ini.

Akan tetapi, perlu dicatat bahwa jauh sebelum terjadinya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, negara Iran memang kerap menghadapi masalah pemadaman listrik, terutama saat beban permintaan mencapai puncaknya pada musim dingin maupun musim panas.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Energi Internasional, Iran memproduksi hampir delapan puluh persen kebutuhan listriknya melalui proses pembakaran gas alam.

Gas alam sendiri merupakan sumber daya yang produksinya cukup melimpah di dalam negeri berkat kepemilikan ladang gas yang sangat luas.

Selain gas alam, pemenuhan kebutuhan energi juga didukung oleh penggunaan bahan bakar minyak berat berkualitas rendah atau yang dikenal dengan istilah mazout pada sejumlah pembangkit listrik model lama.

Walaupun memiliki sumber daya yang besar, kondisi infrastruktur yang sudah termakan usia serta minimnya aliran investasi menjadi kendala utama.

Ditambah lagi dengan adanya efek dari sanksi internasional yang menutup akses Iran terhadap teknologi modern dan modal asing, membuat jaringan listrik nasional sering kali kewalahan dalam memenuhi lonjakan permintaan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Masoud Pezeshkian #iran #presiden #Amerika Serikat