RADARTUBAN — Setelah menjalani karantina sekitar satu hari di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), jamaah haji asal Tuban yang tergabung dalam kloter 27, 28, dan 29 mulai diberangkatkan ke Madinah, kemarin (29/4).
Pemberangkatan dilakukan bertahap sesuai jadwal masing-masing kloter.
Pesawat yang mengangkut 380 tamu Allah dari kloter 29 terbang paling akhir pukul 17.15 WIB. Kloter 28 (juga mengangkut 380 jamaah) terbang pukul 14.30.
Sementara jamaah haji Tuban yang tergabung dalam kloter 27 yang mengangkut jamaah dengan jumlah yang sama terbang lebih awal pukul 07.15 WIB.
Dengan durasi penerbangan sekitar sembilan jam menuju Bandara Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, diperkirakan jamaah kloter 29 tiba di Madinah pada Kamis (30/4) sekitar pukul 02.15 WIB atau pukul 22.15 (29/4) waktu Arab Saudi (terpaut empat jam).
Baca Juga: Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Arab Saudi, Begini Penjelasan Terbaru dari Kemlu
Pesawat yang mengangkut kloter 28 dijadwalkan landing di Madinah Rabu (29/4) pukul 23.30 WIB atau pukul 19.30 waktu Arab Saudi. Sedangkan kloter 27 diestimasi mendarat di Madinah pukul 16.15 WIB atau pukul 12.15 waktu Arab Saudi.
Ketiga kloter tesebut menyusul kloter 26 juga mengangkut jamaah haji dari Bumi Ronggolawe yang lebih dulu tiba di Madinah pada Rabu (29/4) pukul 05.00 WIB atau pukul 01.00 waktu Arab Saudi.
Di tengah proses keberangkatan, kondisi kesehatan jamaah menjadi perhatian serius. Padatnya aktivitas menerima tamu sebelum berangkat berdampak pada sejumlah jamaah, khususnya dari kloter 28 dan 29, yang mengalami peningkatan tekanan darah saat tiba di asrama, Selasa (28/4) petang.
Temuan tersebut terdeteksi saat pemeriksaan kesehatan wajib. Meski tidak tergolong serius, jamaah yang terdampak tetap menjalani penanganan di poliklinik AHES. Setelah kondisi stabil, mereka diperbolehkan kembali ke kamar untuk beristirahat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar sepuluh jamaah sempat menjalani observasi. Di antaranya Indasah Yusup, Wasilan Bangi, dan Sidiq Maryono dari kloter 29. Jamaah berikutnya, Basiroh kloter 28.
Wasilan Bangi, jamaah haji asal Desa Dingil, Kecamatan Jatirogo, mengungkapkan tekanan darahnya sempat mencapai 174 mmHg saat pemeriksaan di asrama.
Padahal, sepekan sebelumnya saat mengikuti vaksinasi meningitis dan polio di Puskesmas Jatirogo, tekanan darahnya berada di angka 155 mmHg. Dia menduga kondisi tersebut dipicu kelelahan karena kurang istirahat.
“Sejak Senin saya tidak bisa istirahat karena menerima tamu,” ujarnya.
Percepatan jadwal masuk jamaah ke AHES dari pukul 17.15 WIB menjadi 15.10 WIB dinilai membantu proses pemulihan kondisi fisik. Jamaah memiliki waktu lebih panjang untuk beristirahat sebelum diberangkatkan.
Selama di asrama, jamaah menjalani sejumlah tahapan akhir persiapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemasangan gelang identitas, pembagian uang living cost, penerimaan paspor, kartu nusuk, nomor kursi pesawat, hingga kartu kamar.
Juga pemeriksaan barang dalam koper kabin maupun tas paspor dengan X-ray.
Untuk menjaga kebugaran, aktivitas jamaah dibatasi. Mulai pukul 21.00, seluruh kegiatan dihentikan dan jamaah diwajibkan beristirahat.
Selama karantina di AHES, sejumlah kendala sempat muncul. Beberapa jamaah mengalami keterlambatan penerimaan kartu nusuk dan koper kabin. Selain itu, aliran listrik sempat padam saat waktu subuh.
Perubahan jadwal keberangkatan menuju AHES juga sempat menimbulkan kebingungan di kalangan pengantar dan keluarganya. Sebagian telanjur menunggu di Masjid Akbar Surabaya, yang sebelumnya dijadwalkan menjadi titik transit sebelum jamaah menuju asrama.
Petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter 29, dr Ririn Puji Rahayu menjelaskan, setibanya di asrama, petugas langsung menerapkan sistem fast track bagi jamaah lanjut usia dan berisiko tinggi. Sementara jamaah perempuan usia 18–50 tahun diwajibkan menjalani tes urine.
Secara umum, kondisi kesehatan jamaah dinyatakan baik. Meski sempat ditemukan kasus hemoglobin rendah, tuberkulosis (TBC), dan tekanan darah tinggi pada pemeriksaan awal, hasil observasi lanjutan menunjukkan kondisi jamaah tetap aman untuk diberangkatkan.
“Setelah dinyatakan sehat, mereka langsung kembali ke kamar,” ujarnya. (ds)
Editor : Yudha Satria Aditama