RADARTUBAN - Perjalanan udara selama sembilan jam menuju Bandara Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji asal Tuban yang tergabung dalam Kloter 26, 27, 28, dan 29.
Untuk mengusir kejenuhan selama berada di dalam pesawat, beragam cara dilakukan para jemaah.
Mulai berjalan santai di lorong kabin, berbincang antarsesama jemaah, hingga berseloroh dengan pramugari dan awak pesawat.
Suasana cair itu sengaja diciptakan agar para jemaah tetap rileks sepanjang penerbangan.
Terlebih, pesawat Saudi Arabia Airlines yang mengangkut jamaah harus transit sekitar satu jam di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, untuk pengisian avtur sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Baca Juga: Pekerja Tersengat Listrik di SPBU Bancar Tuban, Satu Orang Meninggal Dunia
Petugas kesehatan dan pembimbing haji pun menyiapkan langkah sederhana untuk menjaga kebugaran jemaah.
Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), pemandu haji, serta pembimbing ibadah mengajak jemaah melakukan senam peregangan dari tempat duduk masing-masing.
Gerakannya ringan. Jemaah cukup menggerakkan kedua tangan, menepuk punggung tangan kanan dan kiri, lalu menyatukan sela jari telunjuk dengan ibu jari. Aktivitas itu dilakukan sambil bersama-sama melantunkan tasbih, tahmid, dan takbir.
Dokter Kloter 29, dr Ririn Puji Rahayu, menjelaskan, senam tersebut merupakan latihan fisik sederhana untuk melemaskan otot-otot yang kaku akibat duduk terlalu lama.
“Gerakan ini membantu meningkatkan kelenturan tubuh sekaligus memperluas jangkauan sendi,” ujarnya.
Ketua Kloter 28 Miftahul Munir mengatakan, menjaga kenyamanan jamaah selama perjalanan merupakan prioritas petugas.
Karena itu, selain menggelar senam peregangan, petugas secara rutin mendatangi jemaah untuk menyapa dan memastikan kondisi mereka tetap prima.
Kru kabin juga intens berkomunikasi dengan jemaah guna membangun suasana akrab selama penerbangan.
Ketua Kloter 26 Nurul Yaqin Anas menyebut pola pendampingan serupa juga diterapkan di kloternya. “Kita membuat jemaah tidak merasa boring,” katanya.
Baca Juga: Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Arab Saudi, Begini Penjelasan Terbaru dari Kemlu
Kloter 29, rombongan terakhir jamaah haji asal Tuban, tiba di Madinah pada Kamis (30/4) sekitar pukul 02.15 WIB atau Rabu (29/4) pukul 22.15 waktu Arab Saudi (WAS). Setibanya di Kota Nabi, mereka langsung menempati Hotel Dar Aleiman Alharam.
Sementara itu, jamaah Kloter 28 menempati Hotel Kareem Elit dan Jawharot Al Rasyid. Jamaah Kloter 27 tinggal di Hotel Rehab Harmoni, sedangkan Kloter 26 menempati Hotel Odst.
Seluruh hotel tersebut berjarak sekitar 300 hingga 500 meter dari gerbang Masjid Nabawi.
Begitu tiba dan beristirahat sejenak, hampir seluruh jamaah langsung melaksanakan salat berjamaah di Masjid Nabawi. Selama sekitar delapan hari di Madinah, mereka menargetkan dapat menuntaskan arbain, yakni menjalankan 40 kali salat fardu berjamaah secara berturut-turut di masjid suci tersebut.
Di sela salat fardu, jemaah juga ziarah ke makam Rasulullah dan makam baqi.
Sementara itu, meski sebagian jemaah pada empat kloter tersebut berstatus risiko tinggi (risti) dan lansia yang membutuhkan pendampingan, kondisi mereka tetap sehat. Perjalanan selama sembilan jam yang melelahkan dan membuat penat tersebut, tidak membuat mereka drop.
Data sementara yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban menyebut tak satu pun jemaah yang drop, apalagi membutuhkan perawatan khusus. (ds)
Editor : Yudha Satria Aditama