Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Trump Bandingkan Aksi Militer AS dengan Bajak Laut di Tengah Konflik Iran

Ika Nur Jannah • Minggu, 3 Mei 2026 | 17:24 WIB
Presiden AS, Donald Trump. (Instagram/realdonaldtrump)
Presiden AS, Donald Trump. (Instagram/realdonaldtrump)

RADARTUBAN - Presiden AS Donald Trump membandingkan aksi Angkatan Laut negaranya di Selat Hormuz dengan bajak laut saat berkampanye di Florida.

Pernyataan kontroversial itu disampaikan di tengah ketegangan dengan Iran yang memblokade selat vital tersebut.

Pernyataan Trump yang Menggemparkan

Pada Jumat (1/5), Trump menggambarkan operasi penyitaan kapal Iran sebagai bisnis yang sangat menguntungkan.

Dia menyebut pasukan AS mendarat dan mengambil alih kapal, lalu merebut kargo serta menguasai minyak di dalamnya. “Ini adalah bisnis yang sangat menguntungkan,” ujarnya.

Baca Juga: Insiden Penembakan di Jamuan Makan Gedung Putih: Bukan Hanya Presiden Donald Trump yang Jadi Target

Trump juga menambahkan bahwa aksi tersebut “seperti bajak laut”, yang langsung disambut sorakan para pendukungnya. Ia menegaskan, “Kami sedikit seperti bajak laut, namun kami tidak bermain-main.”

Pernyataan itu muncul di tengah blokade Selat Hormuz oleh Iran sejak serangan udara AS-Israel pada (28/2). Jalur ini merupakan rute vital distribusi minyak dan gas dunia yang kini diawasi ketat oleh Korps Garda Revolusi Islam.

Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, sebelumnya telah memperingatkan potensi penutupan selat dalam konferensi pers di Pentagon pada (16/4). Iran kemudian membalas dengan blokade pelabuhan mereka, memicu eskalasi ketegangan.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran para ahli hukum internasional terkait gangguan pasokan energi global. Namun, Trump justru mengklaim aksi AS memberikan keuntungan ekonomi melalui penyitaan aset Iran. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#iran #Amerika Serikat #selat hormuz #donald trump