RADARTUBAN - Tiga jemaah haji Tuban yang tergabung di kloter 26, 27, 28, 29, dan 30 (kloter gabungan dengan Lamongan) mengalami gangguan kesehatan di Madinah.
Baca Juga: Setelah Terbang Sembilan Jam ke Tanah Suci, Jemaah Haji Tuban Jaga Kebugaran dengan Senam Peregangan
Karena perlu penanganan lebih lanjut, mereka terpaksa dirujuk ke Saudi Germany Hospital Madinah dan Rumah Sakit Asrama Haji Embarkasi Surabaya.
Jemaah yang terakhir dirujuk ke rumah sakit layanan haji di Madinah tersebut pada Minggu (4/5) pukul 09.30 waktu Arab Saudi (WAS) atau 05.30 WIB bernama Suningsih.
Dia jemaah rombongan 1 kloter 29 asal Kecamatan Singgahan.
Dokter Kloter 29 Ririn Puji Rahayu mengatakan, jemaah tersebut dirujuk untuk mendapat penanganan lebih lanjut karena mual setelah beberapa hari tidak mau makan.
‘’Tensi darahnya 400 mmHg,’’ terangnya.
Dia menyatakan intens mengikuti perkembangan kondisi kesehatan jemaah tersebut.
Dokter Ririn mengatakan, jika hingga jadwal pergeseran jemaah Kloter 29 ke Makkah pada Jumat (8/5), yang bersangkutan belum sehat, Suningsih terpaksa ditinggalkan di rumah sakit Madinah.
‘’Setelah kondisinya memungkinkan, dia direncanakan diantar ambulans ke Makkah,’’ terang tim kesehatan haji Indonesia (TKHI) itu.
Kondisi yang sama dialami Rusmiati, jemaah haji yang tergabung di kloter 26.
Ketua Kloter 26 Nurul Yaqin Anas menyampaikan, jemaah haji tersebut masuk ke Saudi Germany Hospital Madinah pada Kamis (30/4) atau sehari setelah tiba di Madinah karena serangan jantung.
‘’Sebenarnya, malam tadi (Minggu malam), yang bersangkutan sudah diantar pulang ke hotel, tapi di tengah perjalanan mengalami muntah-muntah,’’ terangnya.
Karena kondisinya kembali drop, kata Anas, pihak rumah sakit terpaksa membawa balik ke rumah sakit.
‘’Ini saya masih riwa-riwi, rumah sakit-hotel. Kita doakan semoga segera sembuh,’’ ujarnya.
Berbeda dengan Taswi Paridin, 56, asal Kecamatan Kerek jemaah haji yang tergabung di kloter 28.
Dia dirawat di RS Asrama Haji Embarkasi Surabaya menjelang keberangkatan pada Rabu (29/4) pukul 14.30. ‘’Penjelasan dokter kloter, gula darahnya tinggi dan ada luka,’’ ujar Ketua Kloter 28 Misabul Munir.
Dia menyampaikan, selama di RS Asrama Haji, dia menjalani transfusi darah dan operasi pembersihan luka pada Minggu (3/5).
Karena jemaah tersebut tunda berangkat, kata Munir, Suliah Tasu, 53, suami yang mendampingi terpaksa ikut tertinggal.
Dia menyatakan, kondisi Taswi Paridin sekarang ini sudah membaik.
Rencananya, Senin (4/5) hari ini, dia akan diterbangkan dari Bandara Internasional Juanda bersama jemaah haji dari kloter 48.
Ajakan mendoakan jemaah yang sakit beredar di grup WhatsApp (WA) seluruh kloter asal jemaah haji.
‘’Mohon sambungan doa buat jemaah kloter 29 Sub yang saat ini ke RS Germany Makkah. Semoga lekas sembuh, Al Fatihah…,’’ tulis Ketua Kloter 29 AW Evendi Anwar di grup WA kloter 29, Senin (4/5) pukul 06.47 WAS.
Sementara itu, Dokter Ririn menyatakan, pada hari pertama tiba di Madinah, sebagian besar jemaah haji Tuban mengeluh karena gangguan pencernaan.
Menurut dia, gangguan tersebut dipicu karena adaptasi menu makan di rumah dan menu katering selama berada di penginapan.
‘’Sekarang terbanyak mengeluhkan alergi tenggorokan dan batuk-batuk karena panasnya suhu udara,’’ ujarnya.(ds)
Editor : Dwi Setiyawan