Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cuaca Ekstrem dan Padatnya Ibadah Picu Gangguan Kesehatan Jemaah Haji Tuban di Madinah

Dwi Setiyawan • Rabu, 6 Mei 2026 | 14:44 WIB
Jemaah haji Tuban yang tergabung di kloter 27 melaksanakan senam bersama di taman depan hotelnya, Ruah Al Massi Madina di Sektor 5. (DWI SETIYAWAN/RADAR TUBAN)
Jemaah haji Tuban yang tergabung di kloter 27 melaksanakan senam bersama di taman depan hotelnya, Ruah Al Massi Madina di Sektor 5. (DWI SETIYAWAN/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Cuaca panas ekstrem dan padatnya rangkaian ibadah mulai menguji ketahanan fisik jemaah haji asal Tuban yang tergabung dalam kloter 26, 27, 28, 29, dan 30 (gabungan dengan Lamongan) di Madinah.

Sejumlah jemaah dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, mulai keluhan ringan hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Kasus terbaru menimpa Kromo Sanijan (75), jemaah kloter 29 asal Desa Tegalsari, Kecamatan Widang. Sejak Minggu (3/5), dia dirawat di Saudi Germany Hospital Madinah.

Hingga kemarin (5/5), Kromo masih menjalani perawatan intensif di coronary care unit (CCU).

Baca Juga: Jemaah Haji Tuban Jalani Arbain di Madinah, Siap Bergeser ke Makkah 8 Mei

Dokter kloter 29, Ririn Puji Rahayu mengatakan, pada awalnya Kromo diduga mengalami penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Namun, hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan adanya gangguan pada jantung.

“Sebelum kita rujuk, yang bersangkutan mengalami sesak napas,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Dua jemaah lain dari kloter yang sama juga mengalami gangguan kesehatan. Dasmi mengalami luka di bagian punggung akibat garukan.

Sedangkan Sakur Rais menderita luka terbuka di telapak kaki kanan setelah sebelumnya melepuh. Keduanya mendapat penanganan medis di sektor khusus tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit.

Kondisi lebih serius dialami Tarsilan 64, jemaah asal Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, yang tergabung dalam kloter 26. Pada Senin (4/5), dia dilarikan ke Rumah Sakit King Fahad Madinah setelah mengalami penyumbatan jantung dan harus menjalani tindakan operasi.

“Diagnosanya terjadi gangguan penyumbatan jantung. Operasi jantung pun langsung dilakukan,” kata Ketua Kloter 26 Nurul Yakin Anas mengapresiasi cepatnya tindakan tim medis.

Di tengah kabar tersebut, sejumlah perkembangan positif datang dari jemaah yang sebelumnya sempat dirawat. Suningsih, jemaah kloter 29 yang dirawat sejak Minggu (4/5), kemarin pagi telah diperbolehkan kembali ke hotel dan bergabung bersama rombongan.

Kondisi Rusmiati, jemaah kloter 26 yang sebelumnya dirawat akibat serangan jantung sejak Kamis (30/4), juga dilaporkan membaik setelah sempat mengalami penurunan kondisi. “Sekarang sudah sehat dan kembali beraktivitas,” ujar Nurul Yakin.

Sementara itu, jemaah kloter 28, Taswi Paridin, 56, akhirnya tiba di Madinah kemarin pagi bersama suaminya, Suliah Tasu. Sebelumnya, dia tertunda berangkat karena menjalani perawatan di Rumah Sakit Asrama Haji Embarkasi Surabaya sejak Rabu (29/4) akibat gula darah tinggi disertai luka serius yang mengharuskannya menjalani transfusi darah dan operasi pembersihan luka.

Baca Juga: Ini Kabar Terbaru dari Kondisi Jemaah Haji Tuban, Dua Terpaksa Jalani Perawatan Intensif karena Gangguan Jantung: Ujian Berat Cuaca Ekstrem dan Padatnya Jadwal Ibadah

Ketua Kloter 28 Misabul Munir mengatakan, meski telah tiba di Madinah, Taswi sementara bergabung dengan kloter 48 karena penyesuaian manifes penerbangan. “Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik,” katanya.

Penanganan medis juga dialami Romelah, jemaah kloter 27 asal Desa Pakis, Kecamatan Grabagan.

Diduga akibat kondisi fisik yang menurun saat antre masuk Raudhah, dia harus dirujuk ke Health Care Center Madinah.

Pembimbing Ibadah Haji Kloter 27 Wahid Ahmad Ali menyebutkan, diagnosis awal menunjukkan adanya pembengkakan jantung.

Rangkaian kasus tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh.

Suhu tinggi, aktivitas ibadah yang padat, serta kelelahan fisik menjadi faktor yang berisiko memicu gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Sebagai langkah pencegahan, jemaah kloter 27 mulai rutin menggelar senam pagi usai salat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi.

Di halaman depan Hotel Ruah Al Massi Madinah, tempat mereka menginap, puluhan jemaah tampak mengikuti gerakan peregangan otot sejak pukul 05.00 waktu Arab Saudi.

Olahraga dilanjutkan dengan lari-lari kecil mengelilingi area taman.

Kegiatan yang dimulai sejak Senin (4/5) itu dijadwalkan berlangsung hingga sehari sebelum keberangkatan menuju Makkah.

Wahid mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kebugaran jemaah agar tetap prima menghadapi rangkaian ibadah berikutnya, terutama pelaksanaan umrah wajib.

Menurut dia, senam pagi menjadi cara sederhana, namun efektif membantu tubuh beradaptasi dengan cuaca Madinah sekaligus menjaga kelenturan otot setelah aktivitas ibadah yang padat.

Baca Juga: Sejumlah Jemaah Haji Tuban Dirawat di Madinah, Dua Dirujuk ke RS

Antusiasme jemaah terlihat tinggi. Meski baru menyelesaikan ibadah Subuh, mereka tetap bersemangat mengikuti seluruh rangkaian gerakan. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat, sesekali diselingi canda ringan antarsesama jemaah.

Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis kloter. Jemaah secara bergantian menjalani pengecekan tekanan darah dan konsultasi kesehatan.

Langkah preventif ini diharapkan mampu mendeteksi gangguan kesehatan lebih dini sehingga jemaah dapat menjalani seluruh tahapan ibadah haji dengan kondisi fisik yang terjaga.

“Dengan kombinasi olahraga ringan dan pemantauan kesehatan rutin, jemaah kloter 27 siap secara fisik menghadapi agenda ibadah berikutnya di Tanah Suci,” ujar Wahid.

Ketua Kloter 29 Wakid Evendi menambahkan, soliditas petugas penyelenggara ibadah haji di kloternya nampak saat menangani kesehatan jemaahnya. Bukan hanya tim kesehatan haji Indonesia (TKHI) saja yang terlibat, namun juga tim pembimbing ibadah haji dan ketua kloter.

‘’Semua turut serta saling membantu dan mendukung perlindungan kesehatan jemaah,’’ tegasnya. (ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Ekstrem #madinah #Haji #cuaca panas