RADARTUBAN–Kabar menggembirakan datang dari kondisi jemaah haji asal Tuban yang tengah menjalani rangkaian ibadah di Madinah.
Sejumlah jemaah yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit dilaporkan berangsur membaik.
Suningsih, jemaah kloter 29 asal Kecamatan Singgahan yang sebelumnya dirawat di Saudi Germany Hospital Madinah sejak Minggu (4/5) pukul 09.30 waktu Arab Saudi, kini telah kembali ke kamarnya.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem dan Padatnya Ibadah Picu Gangguan Kesehatan Jemaah Haji Tuban di Madinah
Dokter kloter 29, Ririn Puji Rahayu menyampaikan bahwa kondisi Suningsih sudah pulih.
“Bu Suningsih malah sudah ke Raudhoh,” ujarnya, Rabu (6/5).
Kabar positif juga datang dari Romelah, jemaah kloter 27 asal Desa Pakis, Kecamatan Grabagan, yang dirawat di Rumah Sakit Al Salam Madinah.
Baca Juga: Jemaah Haji Tuban Bersiap Tinggalkan Madinah, Bertolak Bertahap ke Makkah Mulai 7 Mei
Kondisinya dilaporkan terus menunjukkan perkembangan.
Pembimbing ibadah haji kloter 27, Wahid Ahmad Ali berharap Romelah segera pulih total agar bisa kembali bergabung bersama rombongan menuju Makkah.
“Sebenarnya kondisinya sudah baik. Hanya saja karena sulit tidur, tensi darahnya belum stabil,” ungkapnya.
Sementara itu, kondisi Kromo Sanijan, jemaah asal Desa Tegalsari, Kecamatan Widang, masih dalam pemantauan intensif di Saudi Germany Hospital Madinah akibat gangguan jantung.
Sedangkan perkembangan kesehatan Rusmiati, yang juga dirawat di rumah sakit yang sama sejak Kamis (30/4), hingga kini belum mendapat pembaruan resmi.
Kondisi Tarsilan, 64, yang dilarikan ke Rumah Sakit Fahad Madinah karena penyumbatan jantung juga mulai membaik setelah menjalani operasi.
Sekarang ini, jemaah asal Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding itu masih dalam pemantuan.
Di tengah upaya menjaga kebugaran jemaah, pelaksanaan program senam bersama kloter 29 terkendala fasilitas hotel.
Hotel yang berjarak sekitar 350 meter dari pintu 339 Masjid Nabawi itu tidak memiliki area terbuka yang memadai.
Melalui grup WhatsApp kloter 29, dokter Ririn menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan manajemen Dar Aleiman Alharam Hotel untuk memanfaatkan lorong kamar sebagai lokasi senam.
“Hanya saja, pihak hotel tetap tidak mengizinkan,” ujarnya.
Sebagai solusi, senam kebugaran akhirnya dialihkan secara mandiri di kamar masing-masing.
Materi gerakan dibagikan melalui grup agar jemaah tetap bisa menjaga kondisi fisik.
“Materi senam kebugaran akan kami share di grup. Keep healthy because of Allah. Salam sehat dan jangan lupa bahagia,” tulisnya.
Cuaca ekstrem di Madinah memang menjadi tantangan tersendiri.
Rabu (6/5) sekitar pukul 14.30 waktu Arab Saudi, suhu udara tercatat mencapai 37 derajat Celsius dengan kelembapan hanya 7 persen.
Kondisi tersebut mulai memicu keluhan fisik dari jemaah, mulai kulit telapak kaki kering dan pecah-pecah hingga bibir pecah akibat dehidrasi.
Ketua kloter 29, Misbahul Munir, mengingatkan seluruh jemaah untuk disiplin menjaga asupan cairan.
“Kalau perlu oralit satu sachet tanpa menunggu haus,” tegasnya.
Dia juga mengimbau jemaah agar selalu menggunakan perlindungan saat keluar hotel, seperti payung, masker, sandal, hingga semprotan air.
Selain itu, jemaah diminta memanfaatkan waktu istirahat secara maksimal demi menjaga stamina menghadapi rangkaian ibadah berikutnya menuju Makkah.(*)
Editor : Dwi Setiyawan