RADARTUBAN - Hizbullah Lebanon meluncurkan rudal ke markas militer Israel di selatan Nahariya sebagai balasan atas kematian komandan Pasukan Elite Radwan, Malek Ballout, dalam serangan Israel di pinggiran selatan Beirut.
Klaim IDF mencegat sebagian rudal dengan peringatan sirene di utara Israel. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dari serangan tersebut.
Serangan Israel di Beirut pada 6 Mei menyerang Malek Ballout, komandan operasi Pasukan Radwan, unit elite Hizbullah, saat rapat di apartemen Ghobeiri.
Hizbullah menyebut ini bagian dari agresi gencatan senj terhadap desa-desa Lebanon Selatan dan warga sipil. Israel beri peringatan ke tujuh kota Lebanon selatan.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Tak Akan Tarik Pasukan TNI dari UNIFIL Lebanon Meski Evaluasi Tetap Berjalan
Militer Israel aktifkan sirene serangan udara di utara, klaim cegat satu rudal sementara lainnya jatuh di area terbuka tanpa korban.
Netanyahu tegaskan tidak ada teroris kebal, janji kejar musuh Hizbullah. Hizbullah klaim juga tanggung jawab serangan lain ke pasukan Israel di Lebanon selatan.
Serangan ini memicu kekhawatiran eskalasi perang lintas batas, dengan ribuan korban di Lebanon dan pengungsi jutaan.
Hizbullah mengklaim serangan tepat sasaran, sementara AFP melaporkan minimal korban Israel. Situasi gencatan senj semakin rapuh pasca-kematian petinggi Radwan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni