RADARTUBAN - Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat setelah kapal tankernya menjadi sasaran tembakan di Teluk Oman.
Pernyataan tegas ini menandai perubahan sikap Teheran yang kini siap membalas setiap agresi terhadap aset maritimnya.
Juru bicara Komisi Keamanan Nasional parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, memperingatkan Washington soal respons tegas ke depan.
Insiden penembakan terhadap kapal tanker Iran terjadi di Teluk Oman, di tengah serangkaian serangan yang juga menyasar kapal kargo menuju Qatar pada Minggu (10/5).
Baca Juga: Dampak Perang Iran-AS-Israel, Proyek Infrastruktur Tuban Ikut Tertunda
Ebrahim Rezaei, juru bicara komisi keamanan nasional parlemen Iran, mengatakan bahwa kesabaran Teheran telah habis. Penahanan diri berakhir mulai hari ini.
menambahkan bahwa setiap serangan terhadap kapal Iran akan memicu respons yang kuat terhadap kapal dan pangkalan militer AS.
Rezaei menegaskan Iran akan bertindak tegas, termasuk menargetkan kepentingan AS di Timur Tengah jika serangan terus berlanjut
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) disebut-sebut sebagai ujung tombak ancaman ini, dengan potensi serangan balasan terhadap aset strategi Amerika di kawasan.
Situasi ini memanas ketegangan di Teluk yang sudah memanas akibat konflik berkepanjangan.
Garda Revolusi Iran (IRGC) juga mengancam serang kepentingan AS di Timur Tengah jika serangan berlanjut. (*)
Sumber
https://internasional.kompas.com/read/2026/05/10/205055470/iran-naik-pitam-tak-mau-lagi-menahan-diri-usai-tankernya-ditembak-as