RADAR TUBAN–Pemandangan tak biasa terlihat di pemondokan jemaah haji asal Tuban di Makkah sejak Selasa (12/5).
Satu per satu jemaah laki-laki yang tergabung dalam kloter 26, 27, 28, dan 30 tampak berkepala plontos.
Mereka merupakan jemaah binaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Umrah (KBIHU) Islahiyah Tuban.
Yang memangkas rambut mereka pun bukan tukang cukur biasa, melainkan pimpinan KBIHU Islahiyah, KH M. Ahmad Ainul Yakin atau yang akrab disapa Gus Mad.
Berbekal clipper, Gus Mad aktif berkeliling dari kamar ke kamar jemaah yang menempati Tayeb Hotel di Kawasan Syisah Makkah.
Situasi serbadarurat membuat proses cukur berlangsung sederhana.
Baca Juga: Ketika Lidah Jemaah Haji Tuban Rindu Kuah di Dapur Pemondokan
Tak ada kain kip penutup badan seperti di tempat pangkas rambut.
Sebagai gantinya, tas plastik besar bekas wadah nasi katering disobek lalu dikalungkan ke leher jemaah agar potongan rambut tidak berjatuhan ke pakaian.
Suasana cukur massal dadakan itu pun menjadi pengalaman tersendiri bagi para jemaah.
Selain praktis, momen tersebut juga sarat makna spiritual.
Dwi Slamet, salah satu jemaah, mengatakan, Gus Mad memberikan tiga kali keberkahan bagi jemaah yang dicukur gundul.
Satu kali keberkahan bagi yang hanya dipotong biasa.
“Potong gundul juga sebagai tabarukan dengan mencari berkah melalui perantara orang saleh,” ujarnya.
Dia menegaskan, cukur rambut tersebut tidak berkaitan dengan tahallul, yakni penanda berakhirnya larangan ihram dalam rangkaian ibadah haji maupun umrah.
Sebab, pemotongan rambut dilakukan bukan setelah pelaksanaan sai sebagaimana ketentuan tahallul.
Meski demikian, menurut Dwi, tradisi cukur gundul itu dimaknai sebagai simbol penyucian diri.
“Mereka yang gundul seperti bayi yang terlahir kembali,” katanya.(*)
Editor : Dwi Setiyawan