Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pesona Keajaiban Alam San'in Kaigan di Jepang, Lokasi Unik Pertemuan Salju, Pasir, dan Lautan

Amaliya Syafithri • Minggu, 17 Mei 2026 | 14:49 WIB
Ilustrasi laut, pasir, dan salju. (Instagram/xinayel)
Ilustrasi laut, pasir, dan salju. (Instagram/xinayel)

RADARTUBAN - Sebuah fenomena visual alam yang sangat langka dan menakjubkan terjadi di kawasan Taman Nasional San'in Kaigan yang terletak di wilayah pesisir Prefektur Tottori, Jepang. 

Lokasi geografis yang istimewa ini menjadi viral di dunia internasional karena menyuguhkan pemandangan lanskap alam yang luar biasa menawan, di mana hamparan salju musim dingin yang putih bersih, gumuk pasir pantai yang eksotis, dan birunya lautan lepas menyatu secara sempurna dalam satu pandangan mata.

Fenomena langka ini biasanya dapat disaksikan oleh para wisatawan secara optimal pada masa transisi puncak musim dingin, khususnya sekitar bulan Januari hingga Februari. 

Baca Juga: Bakal Hadapi Jepang, Qatar, dan Thailand di Piala Asia 2027, John Herdman Anggap Tantangan dan Peluang Besar

Ketika gelombang udara dingin bertiup kencang dari wilayah Siberia melewati Laut Jepang, gumpalan awan salju tebal akan menjatuhkan kristal es di sepanjang garis pantai Tottori. 

Lapisan salju tebal tersebut kemudian menutupi sebagian besar area bukit pasir pantai yang luas, menciptakan kontras warna yang sangat dramatis antara putihnya salju, kuning keemasan pasir, dan gradasi biru air laut.

Keberadaan destinasi wisata geologi terpadu ini telah mendapatkan pengakuan resmi dari UNESCO sebagai bagian dari jaringan Global Geopark karena memiliki nilai ilmiah yang tinggi terkait sejarah pembentukan struktur bumi di Asia Timur. 

Selain menawarkan panorama estetis yang memanjakan mata bagi para fotografer lanskap dunia, kawasan ini juga menjadi pusat studi konservasi alam penting bagi pemerintah Jepang guna memantau dampak perubahan iklim global terhadap ekosistem pesisir utara mereka. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#siberia #musim dingin #taman nasional #jepang