Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dua Jemaah Haji Tuban Alami Sesak di Makkah, Satu Dirujuk ke Rumah Sakit: Tim Medis Sarankan Lansia dan Risti Kurangi Aktivitas Berat

Dwi Setiyawan • Minggu, 17 Mei 2026 | 15:43 WIB
Tim media dari kloter SUB 29 memeriksa kondisi kesehatan jemaah haji Tuban di Tayeb Hotel Makkah, pemondokannya.
Tim media dari kloter SUB 29 memeriksa kondisi kesehatan jemaah haji Tuban di Tayeb Hotel Makkah, pemondokannya.

RADARTUBAN–Kondisi kesehatan dua jemaah haji asal Tuban yang tergabung dalam kloter SUB 29 masih terus dipantau tim medis.

Keduanya mengalami gangguan pernapasan akibat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) di tengah padatnya aktivitas ibadah di Makkah.

Kasir Sarmadi, 56, menjadi perhatian utama setelah mengalami sesak napas dan harus dilarikan ke Al-Noor Specialist Hospital pada Sabtu malam (16/5) pukul 21.30 waktu Arab Saudi atau Minggu dini hari WIB.

Baca Juga: Gus Mad Blusukan ke Kamar Jemaah Haji Tuban, Cukur Gundul Pakai Plastik Bekas Nasi Katering: Makna Tabarukan kepada Orang Saleh

Hingga Minggu (17/5), jemaah asal Desa Brangkal, Kecamatan Parengan tersebut masih menjalani penanganan intensif oleh tim medis rumah sakit.

Selain Kasir, Zaenudin, 85, juga sempat mengalami keluhan serupa.

Namun, kondisinya berangsur membaik, sehingga cukup menjalani perawatan dan observasi di pemondokannya di Tayeb Hotel Makkah.

Baca Juga: Musala Basement, Penjaga Stamina Jemaah Haji Tuban Muncul Guyonan Haji Musala hingga Pahala Gemuk-Kurus

Dokter kloter SUB 29, Ririn Puji Rahayu, memastikan perkembangan kesehatan keduanya terus dipantau.

Didampingi Ketua Kloter SUB 29 Wakid Evendi, dia berharap kondisi para jemaah segera stabil menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.

“Kita terus memantau. Semoga mereka sehat menjelang puncak haji,” ujarnya di Posko Kloter SUB 29, Luluat Hotel, Minggu (17/5) pukul 10.20 WAS.

Ririn menjelaskan, Kasir awalnya mendapat penanganan di posko kesehatan kloter setelah mengeluhkan sesak napas.

Tim medis langsung memberikan terapi nebulizer untuk membantu melegakan saluran pernapasan.

“Penanganan pertama kita nebulizer,” jelas dokter yang bertugas di Puskesmas Demangan, Kota Madiun itu.

Karena kondisinya tak kunjung membaik, dokter spesialis paru dr Budi merekomendasikan agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit.

“Sebagai dokter kloter, saya langsung merujuknya,” tambah alumnus Universitas Brawijaya tersebut.

Penanganan serupa sempat diberikan kepada Zaenudin.

Bedanya, respons tubuhnya lebih baik sehingga tidak sampai harus dirujuk.

Kabar menggembirakan datang dari Kromo Sanijan, 75, jemaah asal Desa Tegalsari, Kecamatan Widang, yang juga memiliki riwayat PPOK.

Setelah sempat dirawat di Saudi German Hospital pada 3 Mei lalu, kondisinya kini stabil dan tidak lagi mengeluhkan sesak napas.

Menurut Ririn, sebagian besar gangguan kesehatan yang dialami jemaah lanjut usia dipicu kelelahan akibat aktivitas ibadah yang terlalu padat.

Karena itu, dia mengimbau jemaah kategori risiko tinggi agar tidak memaksakan diri mengikuti umrah sunah berulang maupun terlalu sering berjalan jauh ke Masjidilharam.

“Setelah beberapa kali umrah sunah, biasanya mulai muncul keluhan sesak, demam, batuk, hingga gangguan kesehatan lain,” katanya.

Di kloter SUB 29 sendiri, tercatat ada 72 jemaah risiko tinggi berdasarkan data pramanifest.

Jumlah tersebut membuat tim medis harus bekerja ekstra melakukan pemantauan sekaligus terus mengingatkan jemaah agar bijak mengatur stamina menjelang fase puncak haji.(*)

Editor : Dwi Setiyawan
#Kloter #makkah #jemaah haji tuban #medis