RADARTUBAN – Sepekan berada di Makkah, calon jemaah haji (CJH) asal Tuban langsung menuntaskan kewajiban membayar dam.
Denda dibayarkan karena jemaah asal Kota Siwalan masuk kategori haji tamattu atau pelaksanaan ibadah haji dengan mendahulukan ibadah umrah terlebih dahulu.
Dam dibayarkan sebagai kompensasi atau tanda syukur atas kemudahan yang diberikan, yakni diperbolehkannya melakukan ibadah umrah terlebih dahulu dan melepas pakaian ihram sebelum puncak ibadah haji, sehingga jemaah terbebas dari larangan ihram pada jeda waktu tersebut.
Baca Juga: Buruh Ikat Kangkung Asal Tuban Ini Akhirnya Haji ke Tanah Suci, Kisah Suminah Bikin Haru
Saat ini, jemaah haji Tuban dari kloter 26, 27, 28, 29, dan 30 mulai melakukan pembayaran dam.
Berdasarkan pantaun Jawa Pos Radar Tuban dari akun Instagram Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tuban, pembayaran dam dikumpulkan melalui kloter masing-masing, kemudian diserahkan ke Adahi atau lembaga resmi Pemerintah Arab Saudi yang ditunjuk untuk mengelola dan memfasilitasi penyembelihan serta pendistribusian hewan dam.
Nominal dam yang dibayarkan cukup besar. Kloter 29, misalnya, dari total 365 jemaah, jumlah dam yang dibayarkan sebanyak Rp 1,4 miliar.
Artinya, jika dihitung rata-rata setiap kloter dengan nominal yang sama, maka dam yang dibayarkan dari jemaah haji Tuban mencapai miliaran.
Jika mengacu ketentuan dari Kemenhaj, pembayaran dam ditetapkan 720 Riyal Saudi per jemaah atau Rp 3.341.102 dengan kurs Rp 4.640,42 per 1 Riyal.
Praktis, jika jemaah haji asal Tuban yang berangkat sebanyak 1.645 orang, maka yang dibayarkan untuk keseluruhan jemaah dari Tuban sebesar Rp 5,4 miliar.
Plt Kepala Kantor Kemenhaj Tuban Abd Ghofur mengatakan, pembayaran dam CJH Tuban langsung dibayarkan ke pihak Adahi.
Sebelum diserahkan ke pihak yang berwenang beberapa jemaah mengkumpulkan di masing-masing kloter. Setelah itu diserahkan secara kelompok. ‘’Sekarang semua jemaah sudah membayarkan dam,’’ ujarnya.
Hanya saja, ketika disinggung terkait berapa angka pasti dam yang dibayarkan oleh jemaah, pihaknya mengaku tidak tahu. Sebab, pembayarannya langsung ke pihak Arab Saudi. ‘’Ranahnya beda, kami tidak ada akses (mengetahui jumlah dam yang dibayar jemaah Tuban, red), karena bukan kewenangan kami,’’ bebernya.
Dengan selesainya pembayaran dam, kini para jemaah mulai fokus melanjutkan ibadah sunnah dan melakukan persiapan untuk Armuzna. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama