Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Baru Kloter 28 yang Memetakan Lokasi Tenda di Arafah dan Mina Persiapan Puncak Haji Dimatangkan

Dwi Setiyawan • Rabu, 20 Mei 2026 | 16:01 WIB
Ketua Kloter SUN 28 Misbahul Munir (tengah) berkoordinasi dengan petugas kloter dan perwakilan jemaah. (DWI SETIYAWAN/RADAR TUBAN)
Ketua Kloter SUN 28 Misbahul Munir (tengah) berkoordinasi dengan petugas kloter dan perwakilan jemaah. (DWI SETIYAWAN/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN — Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji, baru jemaah haji Tuban yang tergabung dalam kloter SUB 28 yang sudah mematangkan persiapan teknis. Kloter ini juga sudah melakukan survei lokasi pemondokan di Arafah dan Mina.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan jemaah memahami titik tenda, akses sanitasi, serta jalur mobilitas selama fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Kloter 28 mendapatkan penempatan tenda di kawasan Arafah pada Gate 68. Di area tersebut berdiri deretan tenda semipermanen yang tertata rapi. ‘’Di dalam setiap tenda telah tersedia deretan kasur kecil yang disiapkan sebagai tempat istirahat bagi jemaah selama menjalani wukuf,’’ Ketua Kloter SUB 28 Misbahull Munir.

Baca Juga: Bakso Trotoar Makkah, Pengobat Rindu Jemaah Haji Tuban Lontong Dibungkus Plastik, tanpa Rajangan Daun Bawang dan Kubis

Pada Sabtu (16/5) sore menjelang waktu Maghrib, jajaran petugas kloter ini bersama sejumlah perwakilan jemaah melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

Kegiatan ini difokuskan untuk mengenali posisi tenda sekaligus memetakan fasilitas pendukung. Terutama akses menuju area sanitasi yang akan menjadi kebutuhan penting saat jutaan jemaah berkumpul di Padang Arafah. 

Munir menyampaikan, survei lapangan tersebut dinilai penting sebagai bagian dari orientasi awal agar jemaah tidak mengalami kebingungan saat puncak pelaksanaan haji berlangsung. Dengan mengetahui letak tenda dan fasilitas penunjang sejak awal, dia berharap jemaah dapat bergerak lebih teratur dan mengurangi potensi kepadatan saat memasuki hari-hari krusial ibadah.

Selain di Arafah, penempatan jemaah kloter 28 di Mina juga telah dipastikan. Kloter dengan 380 jemaah ini memperoleh satu blok tenda yang terdiri atas dua baris dengan total lima setengah deret tenda. Lokasinya masih berada di kawasan Gate 68.

Dari titik pemondokan tersebut, lanjut Munir, jarak menuju area lempar jumrah di Jamarat diperkirakan sekitar 2,5 kilometer.

Jarak ini menjadi perhatian tersendiri karena akan ditempuh jemaah saat melaksanakan prosesi lontar jumrah yang merupakan salah satu rangkaian wajib dalam ibadah haji.

Lebih lanjut Munir mengatakan, petugas kloter menilai pemetaan lokasi sejak dini sangat membantu dalam menyusun strategi pergerakan jemaah. Terutama bagi kelompok lanjut usia dan jamaah dengan keterbatasan fisik.

‘’Dengan memahami medan serta estimasi jarak tempuh, pendamping dapat mengatur ritme perjalanan secara lebih terukur,’’ imbuh guru MAN 1 Tuban itu.

Dia menambahkan, persiapan detail semacam ini menjadi bagian penting dalam upaya memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah puncak dengan aman, tertib, dan khusyuk.

Di tengah kepadatan jutaan jemaah dari berbagai negara, pengenalan lokasi menjadi salah satu kunci kelancaran pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Baca Juga: Sepekan di Makkah, Jemaah Haji Tuban Bayar Dam hingga Rp 5,4 Miliar

Sementara itu, AW Evendi, ketua kloter SUB 29 belum merilis gate Arafah dan Mina untuk jemaahnya. ‘’Informasi yang kita terima. jemaah kloter 29 pada tenda tenda nomor 60 BTG,’’ ujarnya.

Kloter SUB 26 juga belum menyampaikan data gate, meski kloter ini telah meninjau lokasi. Dikonfirmasi melalui melalui pesan WA, Ketua SUB 26 Nurul Yaqin Anas hanya menjawab,

‘’Waduh gak ngerti gate mas. Cuma peta onone. Secara by number juga belum plotting,’’ jawabnya. (ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Kloter #arafah #Haji #mina