Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jelang Armuzna, Jemaah Haji Tuban yang Sakit Dipulangkan ke Kloter Menteri Haji dan Umrah Sambangi Jemaah di Tayeb Hotel Makkah

Dwi Setiyawan • Jumat, 22 Mei 2026 | 17:12 WIB
Menteri Haji dan Umrah, KH Mochamad Irfan Yusuf foto bersama jemaah haji Tuban di Tayeb Hotel Makkah, Kamis (21/5) pagi. (DWI SETIYAWAN/RADAR TUBAN)
Menteri Haji dan Umrah, KH Mochamad Irfan Yusuf foto bersama jemaah haji Tuban di Tayeb Hotel Makkah, Kamis (21/5) pagi. (DOKUMENTASI DWI SETIYAWAN/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN — Kloter SUB 28 baru saja menyelesaikan proses mutasi dua jemaahnya yang sempat tertunda keberangkatannya dan terpisah karena sakit saat berada di Asrama Haji Surabaya.

Dua jemaah asal Tuban tersebut adalah pasangan suami istri (pasutri) Taswi Paridin, 56, dan Suliah Tasu, 53.

Saat itu, Taswi harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Embarkasi Surabaya karena penyakit diabetes melitus, sehingga keberangkatannya ditunda. Setelah kondisinya membaik, dia dan istrinya diterbangkan bersama jemaah haji kloter SUB 48 asal Gresik.

“Setelah tiba di Makkah, keduanya tidak bisa langsung bergabung dengan SUB 28,” ujar Ketua Kloter SUB 28 Misbahul Munir.

Baca Juga: Jelang Puncak Haji, Jemaah Diimbau Kurangi Umrah Sunah dan Fokus Jaga Kondisi Fisik

Menurut dia, proses mutasi jemaah tidak sederhana karena harus menyesuaikan administrasi dengan sektor dan daerah kerja (daker) terkait akomodasi, transportasi, hingga konsumsi jemaah.

Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga hari sebelum akhirnya penjemputan dilakukan dari Hotel Luluat At Nader Hotel Makkah (313), tempat jemaah sebelumnya bergabung bersama kloter SUB 48 asal Gresik. Pemondokan yang kini ditempati jemaah asal Kerek tersebut di Faris Ajyad Hotel (404) yang ditempati jemaah kloter 28.

Taswi yang masih dalam kondisi terbatas harus menggunakan kursi roda dengan pendampingan Suliah Tasu, istrinya selama proses perpindahan.

Tidak hanya itu. Kloter 28 juga baru menjemput Ngarjono, 68, jemaah yang sempat dirawat selama lima hari di Jiwar Hospital, Makkah. Jemaah tersebut sebelumnya mengalami pingsan saat beribadah di Masjidilharam.

Peristiwa itu membuat petugas kloter meningkatkan edukasi dan pengawasan terhadap seluruh jemaah. Terutama menjelang Armuzna yang dikenal sebagai fase paling berat dalam ibadah haji.

“Semangat ibadah harus diimbangi kondisi fisik yang memadai. Kalau fisiknya terbatas, aktivitas ke Masjidilharam sebaiknya dikurangi karena sudah mendekati puncak haji,” tegas guru MAN 1 Tuban itu.

Dia juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri beribadah di tengah cuaca ekstrem dan aktivitas fisik yang kian padat.

Munir menjelaskan, jemaah asal Tuban harus berjalan cukup jauh untuk mencapai Masjidilharam. Bus salawat hanya dapat menurunkan mereka di Terminal Syib Amir. Dari titik tersebut, jemaah masih harus berjalan sekitar satu hingga dua kilometer untuk masuk ke area masjid.

Karena itu, petugas terus mengingatkan jemaah agara membawa air minum yang dicampur oralit serta semprotan air untuk menjaga kondisi tubuh di tengah suhu panas Makkah.

Sementara itu, persiapan Armuzna juga dilakukan Kloter SUB 27. Pembimbing Ibadah Kloter SUB 27 Wahid Ahmad Ali telah melakukan survei ke tenda Arafah dan Mina pada 16 Mei lalu.

Baca Juga: Baru Kloter 28 yang Memetakan Lokasi Tenda di Arafah dan Mina Persiapan Puncak Haji Dimatangkan

Survei tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang akan ditempati jemaah selama puncak ibadah haji.

“Kami memastikan jumlah tempat tidur dan fasilitas yang akan digunakan jemaah saat puncak haji nanti,” ujarnya.

Jemaah SUB 27 dijadwalkan menempati Markaz 68 selama berada di Arafah dan Mina. Wahid berharap fasilitas yang disiapkan syarikah sesuai dengan hasil survei, sehingga jemaah dapat menjalani Armuzna dengan lebih nyaman dan aman.

Sementara itu, Kasir Sarmadi, jemaah kloter SUB 29 yang sebelumnya dirawat di Al-Noor Specialist Hospital sejak Sabtu (16/5), tiga hari terakhir dirujuk Awad Al Bishri Hospital. Jemaah haji asal Desa Brangkal, Kecamatan Parengan yang didiagnosis menderita paru obstruktif kronis (PPOK) tersebut kini kondisinya sudah mulai membaik. ‘’Informasi terbaru, yang bersangkutan sudah tidak mengalami sesak. Keluhannya hanya batuk,’’ ujar Ririn Puji Rahayu, dokter kloter 29.

Masih di kloter yang sama, Kromo Sanijan, 75 jemaah yang menderita gangguan jantung dan sempat mendapat perawatan selama empat hari di Germany Hospital, Madinah, sejak Minggu (3/5) mendapat visitasi rutin dari tim medis di kamarnya, Tayeb Hotel Makkah.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah, KH Mochamad Irfan Yusuf Kamis (21/5)

pagi WAS menyambangi jemaah haji Tuban di Tayeb Hotel, Makkah. Dia yang mengenakan topi putih dan bermasker menyapa jemaah yang tengah berkerumun di lobi hotel untuk mengambil kopi dan teh.

‘’Gimana kondisi para jemaah?’’ tanya dia didampingi Ketua Sektor 1 Iman R. sambil menghampiri jemaah.

Ketika itu, tak satu pun jemaah tahu yang menyapa adalah Pak Menteri. Begitu ketua sektor memberitahu, jemaah langsung berebut menyalami. Sebelum meninggalkan hotel, sejumlah jemaah mengajaknya foto bareng. (ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #rumah sakit #Haji #umrah