RADARTUBAN - Dunia konservasi satwa internasional baru saja menyambut sebuah pencapaian yang sangat menggembirakan sekaligus monumental bagi masa depan keanekaragaman hayati global.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah pengelolaan satwa mereka, lembaga konservasi terkemuka di Inggris, Howletts Wild Animal Park, secara resmi mengumumkan kabar kelahiran perdana empat ekor anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae).
Kelahiran bayi kembar empat dari subspesies harimau yang statusnya kini sudah sangat terancam kritis (critically endangered) di habitat aslinya ini menjadi angin segar yang luar biasa bagi program pengembangbiakan satwa langka dunia.
Keempat anak harimau yang menggemaskan tersebut dilaporkan lahir dalam kondisi yang sehat, aktif, dan langsung mendapatkan perawatan serta perlindungan yang sangat intensif dari sang induk di dalam fasilitas kandang khusus yang tenang.
Baca Juga: Tragedi Harimau di Chiang Mai: 72 Ekor Mati Dalam Wabah Virus Hebat
Pihak pengelola dan tim medis veteriner Howletts Wild Animal Park terus melakukan pemantauan ketat selama 24 jam penuh melalui kamera pengawas tersembunyi guna memastikan proses menyusui dan pertumbuhan awal para bayi harimau berjalan optimal tanpa adanya gangguan stres lingkungan.
Kelahiran massal ini dinilai sebagai keberhasilan luar biasa karena proses pengembangbiakan Harimau Sumatra di penangkaran terkenal memiliki tingkat kesulitan dan sensitivitas yang sangat tinggi.
Keberhasilan luar biasa di Inggris ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata dan signifikan terhadap penguatan struktur genetik populasi Harimau Sumatra dalam program konservasi ex-situ global demi mencegah kepunahan total.
Mengingat jumlah populasi mereka di alam liar pulau Sumatra diperkirakan kini hanya tersisa ratusan ekor saja akibat maraknya deforestasi hutan dan perburuan liar, kehadiran empat anggota keluarga baru di Inggris ini menjadi simbol harapan baru bagi dunia.
Pihak Howletts berencana akan mengenalkan keempat bayi harimau tersebut kepada publik secara bertahap seiring bertambahnya usia mereka dan terpenuhinya seluruh prosedur vaksinasi kesehatan satwa yang ketat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni