Paus Leo XIV Rilis Ensiklik Perdana, Tekankan AI Harus Layani Kemanusiaan

Ika Nur Jannah • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 18:17 WIB
Paus Leo XIV. (Instagram @pontifex)
Paus Leo XIV. (Instagram @pontifex)

RADARTUBAN - Paus Leo XIV resmi merilis ensiklik pertamanya yang berjudul "Magnifica Humanitas: Tentang Perlindungan Pribadi Manusia di Era Kecerdasan Buatan" pada Selasa (26/5) di Aula Paus Paulus VI, Vatikan.

Dalam dokumen bersejarah tersebut, Paus Leo XIV menekankan bahwa kecerdasan buatan (AI) harus melayani kemanusiaan, bukan menggantikannya atau bahkan mengancamnya. 

“AI harus melayani kemanusiaan, bukan menggantikannya atau bahkan mengancamnya,” ujar Paus Leo XIV dalam peluncuran ensiklik tersebut.

Baca Juga: Gedung Putih Angkat Bicara Usai Paus Leo Sentil Pemimpin Dunia yang Picu Perang

Dalam Berbagai hal saat peluncuran ensiklik, Paus Leo XIV menyatakan bahwa "Magnifica Humanitas" merupakan respons Gereja terhadap tantangan yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan. 

Ia mengekankan pentingnya melindungi kemanusiaan, memajukan kebenaran, mempertahankan martabat tenaga kerja, keadilan sosial, serta menciptakan perdamaian.

Paus juga menyatakan agar AI "dibebaskan dari logika dominasi, pengucilan, dan konflik".

Paus Leo XIV mendorong agar regulasi terhadap kecerdasan buatan diperketat, mengingat potensi teknologi ini dalam menyebarkan disinformasi dan merelatifkan perang. 

Dalam manifesto pertama, ia mendesak pemerintah untuk "melucuti" AI dan fokus pada kepentingan bersama, bukannya mengejar kekuasaan atau keuntungan individu.

“AI harus dibebaskan dari logika menjadikannya alat dominasi, eksklusi, dan konflik,” tegas Paus Leo XIV saat merilis dokumen tersebut di Vatikan.

Dalam dokumen "Kemanusiaan yang Agung" , Paus Leo XIV menekankan bahwa perkembangan AI seharusnya tidak hanya didorong oleh kepentingan bisnis dan persaingan antar perusahaan teknologi. 

Ia dengan tegas meminta perlunya pengawasan, kerangka hukum yang kokoh, serta keterlibatan masyarakat yang aktif dalam mengatur perkembangan AI.

Paus juga menekankan ambisi perusahaan teknologi yang berambisi menguasai teknologi AI, menurutnya ambisi ini muncul dari keinginan untuk melindungi kepentingan bisnis dan geopolitik.

Ensiklik pertama Paus Leo XIV, yang dirilis Senin (26/5) waktu setempat, juga mendorong kepada para pemimpin agar "melucuti" kecerdasan buatan dan fokus pada kesejahteraan manusia, bukan pada kekuasaan atau keuntungan pribadi. 

Dokumen ini menyoroti potensi AI yang memicu apa yang disebut Vatikan sebagai "perbudakan gaya baru".

"Magnifica Humanitas," yang dalam bahasa Indonesia berarti "Kemanusiaan Luara" atau "Kemanusiaan yang Agung", adalah ensiklik pertama yang dikeluarkan oleh Paus Leo XIV setelah penelitian bertahun-tahun oleh Gereja mengenai teknologi AI.

Langkah ini menandai keterlibatan langsung Vatikan dalam membahas global mengenai bagaimana pemerintah seharusnya meregulasi kecerdasan buatan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
ensiklik AI kemanusiaan Paus Leo XIV