Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Saling Serang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik ke 96 Dollar AS

Ika Nur Jannah • Jumat, 29 Mei 2026 | 12:39 WIB
Serangan antar As dan Iran sebabkan harga minyak kian tinggi. (Pinterest.com)
Serangan antar As dan Iran sebabkan harga minyak kian tinggi. (Pinterest.com)

RADARTUBAN - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu bergulirnya harga minyak dunia secara signifikan pada perdagangan Kamis (28/5). 

Pasar minyak globalmengalami volatilitas tinggi menyusul serangkaian serangan militer yang saling dilancarkan kedua negara.

Menurut laporan perdagangan, harga minyak mentah Brent berjangka meningkat sebesar 2,38 dolar AS atau 2,52 persen, mencapai 96,67 dolar AS per barel pada pukul 15.45 WIB. 

Kontrak Brent untuk pengiriman Agustus juga mencatat kenaikan 2,00 dolar atau 2,66 persen, menjadi 94,70 dolar AS per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari AS juga naik 2,24 dolar AS atau 2,53 persen, mencapai 90,20 dolar AS per barel. 

Baca Juga: Harga Beras hingga Minyak Goreng di Tuban Masih Aman Saat Idul Adha

Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.

Kenaikan harga minyak pada hari ini terjadi setelah Garda Revolusi Iran mengumumkan serangan balasan, yang kembali memunculkan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak global, terutama di Selat Hormuz. 

Selat Hormuz merupakan jalur vital untuk pengiriman energi dunia yang melewati sekitar 20-30 persen konsumsi minyak mentah global.

Pasar minyak masih akan sangat fluktuatif jika ketegangan geopolitik belum mereda, terutama karena risiko gangguan pada jalur pelayaran. 

Pelaku pasar terus mengikuti perkembangan situasi di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasokan energi internasional.

Konflik AS-Iran ini menambah panasnya pasar energi global yang sebelumnya sudah mengalami tekanan akibat berbagai faktor, termasuk dinamika produksi Opec dan permintaan energi yang fluktuatif. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#harga minyak dunia #iran #Amerika Serikat #geopolitik