Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lari di Atas Sejarah, Tantangan Ekstrem Great Wall of China Marathon

Amaliya Syafithri • Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:02 WIB
Lari maraton di great wall of China. (Instagram @lesnois.club)
Lari maraton di great wall of China. (Instagram @lesnois.club)

RADARTUBAN - Bagi para pencinta olahraga lari yang bosan dengan rute jalan raya yang datar, ajang Great Wall of China Marathon menawarkan sebuah petualangan dan tantangan fisik pada tingkat yang sama sekali baru. 

Kompetisi lari internasional tahunan ini tidak hanya menuntut ketahanan stamina kardiovaskular yang prima, melainkan juga kekuatan otot kaki yang luar biasa. 

Bagaimana tidak, para peserta diwajibkan untuk berlari dan mendaki menyusuri jalur legendaris Tembok Besar Tiongkok yang terdiri dari total 5.164 anak tangga batu yang terjal.

Berbeda dengan ajang maraton konvensional yang mengutamakan kecepatan waktu, esensi utama dari maraton di Tembok Besar ini adalah tingkat ketangguhan mental dalam menaklukkan medan yang ekstrem. 

Baca Juga: Intel Akui Tak Lagi Jadi Pemimpin Chip Dunia, CEO Baru Siapkan Maraton Perubahan

Rute yang dilalui memiliki karakteristik elevasi yang sangat curam, di mana para pelari harus bergantian menghadapi tanjakan vertikal yang menguras tenaga dan turunan tajam yang membutuhkan konsentrasi tinggi agar tidak terpeleset. 

Cuaca yang berubah-ubah di area pegunungan tersebut juga menjadi faktor penyulit tambahan yang harus diantisipasi oleh setiap peserta sejak garis start dimulai.

Namun, segala rasa lelah dan perjuangan berat para pelari akan terbayar lunas oleh suguhan pemandangan alam yang sangat fantastis di sepanjang jalur perlombaan. 

Dari atas puncak tembok batuan kuno peninggalan dinasti kekaisaran tersebut, para peserta dapat menyaksikan hamparan perbukitan hijau yang asri, lembah berkabut yang mistis, serta kemegahan arsitektur benteng pertahanan bersejarah yang membentang membelah gunung. 

Kombinasi antara unsur olahraga atletik berat dan wisata sejarah inilah yang membuat tiket kepesertaan ajang ini selalu habis diburu oleh ribuan pelari dari berbagai penjuru dunia.

Pihak penyelenggara menerapkan standar keselamatan medis yang sangat ketat di sepanjang pos pemeriksaan, mengingat tingginya risiko cedera lutut dan dehidrasi selama melewati ribuan anak tangga. 

Berhasil menyentuh garis finish dalam ajang Great Wall of China Marathon ini dianggap sebagai sebuah pencapaian prestisius yang membanggakan bagi lembaran portofolio karier setiap pelari maraton dunia.
(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#great wall of china marathon #olahraga lari #tembokk besar tiongkok #maraton