Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Trump Siapkan Keputusan Final soal Iran, Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Syarat Utama

Ika Nur Jannah • Minggu, 31 Mei 2026 | 09:22 WIB
Presiden AS, Donald Trump. (Instagram @potus)
Presiden AS, Donald Trump. (Instagram @potus)

RADARTUBAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang menyusun keputusan akhir terkait Iran, apakah akan mengambil langkah damai atau tidak. 

Pengumuman tersebut menyusul ketegangan berkepanjangan antara Washington dan Teheran seputar program nuklir dan jalur pelayaran Selat Hormuz.

"Iran harus setuju bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir atau bom......Saya akan bertemu sekarang, di ruang situasi untuk membuat keputusan akhir". Ungkap presiden Donald J. Trump dalam Unggahan Instagram @potus 

Dalam pernyataannya, Trump menekankan dua syarat penting yang harus dipenuhi Iran, yaitu komitmen untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir dan kesediaan membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.

Baca Juga: Trump Minta AS Tak Buru-Buru Capai Kesepakatan dengan Iran, Blokade Tetap Diberlakukan

Trump menekankan bahwa Iran harus segera menyelesaikan pembersihan ranjau di selat yang strategi tersebut. Selain itu, blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran juga akan segera dicabut agar kapal tanker minyak dan kapal lainnya dapat beroperasi kembali.

Mengenai program nuklir, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat bersama Teheran dan Badan Energi Atom Internasional akan menggali cadangan uranium yang memperkaya milik Iran untuk kemudian dihancurkan.

Persediaan uranium yang diperkaya di Iran akan digali oleh Amerika Serikat dalam koordinasi dan kerja sama erat dengan Republik Islam Iran serta Badan Energi Atom Internasional (IAEA), lalu dihancurkan, tambahnya.

Keputusan Trump yang akan diumumkan menjadi titik krusial bagi stabilitas Timur Tengah, mengingat ketegangan antara AS dan Iran telah berlangsung berbulan-bulan seputar program nuklir dan blokade Selat Hormuz.

Langkah ini akan dilakukan dalam koordinasi erat dengan Republik Islam Iran serta Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Namun, jika negosiasi gagal, Ancaman militer AS terhadap Iran tetap terbuka sebagai opsi terakhir yang siap dijalankan oleh Gedung Putih. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#iran #presiden #selat hormuz #donald trump