Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tawaf Ifadlah Dipercepat, Jemaah Haji Tuban Antisipasi Mundurnya Operasional Bus Shalawat

Dwi Setiyawan • Selasa, 2 Juni 2026 | 14:42 WIB
Setelah selesainya ritual Arofah, Muzdalifah, dan Mina, jalan di sepanjang Syisah, kawasan hotel yang dihuni jemaah haji Tuban kembali dipenuhi pedagang makanan dan oleh-oleh haji. (DWI SETIYAWAN/RADAR TUBAN)
Setelah selesainya ritual Arofah, Muzdalifah, dan Mina, jalan di sepanjang Syisah, kawasan hotel yang dihuni jemaah haji Tuban kembali dipenuhi pedagang makanan dan oleh-oleh haji. (DWI SETIYAWAN/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN — Setelah menuntaskan seluruh rangkaian lempar jumrah di Mina, baik pada skema nafar awal maupun nafar tsani, jemaah haji asal Tuban berpacu menyelesaikan tawaf ifadlah di Masjidilharam.

Penyelesaian salah satu rukun haji tersebut menjadi prioritas agar para jemaah tidak lagi terbebani kewajiban yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji mereka.

Namun, upaya percepatan tawaf ifadlah sempat dihadapkan pada perubahan jadwal operasional Bus Shalawat, layanan transportasi yang menghubungkan hotel jemaah dengan Masjidilharam.

Semula, Bus Shalawat dijadwalkan kembali beroperasi pada Minggu (31/5) pukul 01.00 waktu Arab Saudi (WAS). Namun, sehari sebelumnya, Kerajaan Arab Saudi bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengumumkan penundaan operasional hingga pukul 13.00 WAS pada hari yang sama.

Baca Juga: Di Tanah Suci, Jemaah Haji Tuban Rawat Tradisi Tahlil-Salawat ala NU

Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa perubahan jadwal dilakukan demi mengutamakan keselamatan, menjaga ketertiban, serta menyesuaikan dengan arahan petugas di lapangan yang masih menangani pergerakan jutaan jemaah dari kawasan Mina menuju Makkah.

Mengantisipasi perubahan itu, sejumlah kelompok terbang (kloter) mengambil langkah cepat.

Kloter SUB 28, misalnya, memilih menyewa bus secara mandiri untuk mengangkut jemaah dari Hotel Faris Ajyad 2 dan Dar Al Azhar menuju Masjidilharam pada Sabtu (30/5) pagi.

Ketua Kloter SUB 28 Misbahul Munir mengatakan, percepatan pelaksanaan tawaf ifadlah dilakukan dengan sejumlah pertimbangan. Salah satunya adalah keberadaan jemaah perempuan yang masuk kategori wanita usia subur.

“Dengan mempercepat tawaf ifadlah, mereka tidak memiliki tanggungan rukun haji yang belum dituntaskan,” ujarnya.

Selain itu, kondisi Masjidilharam yang relatif lebih lengang juga menjadi alasan. Saat itu, sebagian besar jemaah haji dari berbagai negara masih berada di Mina untuk menyelesaikan rangkaian nafar tsani.

Menurut Munir, kesempatan tersebut dimanfaatkan agar jemaah dapat menjalankan tawaf dengan lebih nyaman dan tidak terlalu berdesakan. Di sisi lain, percepatan penyelesaian ibadah juga memberikan waktu istirahat yang lebih panjang bagi para jemaah.

“Dengan mempercepat, waktu istirahat jemaah menjadi lebih lama sehingga saat menjalankan rangkaian ibadah berikutnya kondisi mereka sudah lebih fit,” kata guru MAN 1 Tuban tersebut.

Langkah serupa ditempuh Kloter SUB 29. Ketua Kloter AW Evendi memastikan seluruh jemaahnya telah menyelesaikan tawaf ifadlah pada Sabtu (30/5). ‘’Kami sudah menuntaskan tawaf ifadlah pada Sabtu,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kloter SUB 26 yang mayoritas jemaahnya mengikuti nafar tsani memilih jadwal berbeda. Pelaksanaan tawaf ifadlah bagi sebagian besar jemaah dilakukan pada Minggu (31/5) sore hingga malam hari. Mobilitas mereka memanfaatkan Bus Shalawat .

Baca Juga: Satu Jemaah Haji Tuban Dilarikan ke RS, Dua Lemas, Terowongan Mina Diwaspadai karena Kadar Oksigen Rendah

Adapun jemaah lanjut usia dan kategori risiko tinggi dijadwalkan melaksanakan tawaf pada Sabtu (6/6), sehari sebelum kepulangan ke Tanah Air. Pelaksanaan tersebut sekaligus digabungkan dengan tawaf wada atau tawaf perpisahan.

“Nanti mereka tawaf ifadlah sekaligus tawaf wada,” kata KH Muhammad Ahmad Ainul Yakin, pembimbing ibadah KBIHU Islahiyah Tuban yang seluruh jemaahnya tergabung dalam Kloter SUB 26.

Dengan berbagai strategi yang diterapkan masing-masing kloter, penyelesaian tawaf ifadlah diharapkan dapat berjalan lancar sehingga para jemaah dapat menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lebih tenang menjelang kepulangan ke Indonesia. (ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Haji #jemaah #Arab Saudi