RADARTUBAN - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengaku mendapat dukungan besar dari masyarakat India di tengah meningkatnya kritik global terhadap negaranya sehubungan dengan konflik di Timur Tengah.
Pernyataan ini disampaikan Netanyahu saat berbicara dalam sebuah forum di konferensi Lembah Yordania, Kamis waktu setempat.
Netanyahu menggambarkan hubungan Israel dengan India sebagai ikatan yang istimewa dan menyebut India sebagai salah satu kekuatan besar dunia serta sekutu Asia bagi negara Yahudi tersebut.
Perdana Menteri Israel tersebut menegaskan bahwa masyarakat India memiliki rasa cinta yang sangat luar biasa terhadap negate Yahudi itu.
"Kami memiliki hubungan yang unik dengan kekuatan bernama India. Di India, ada dukungan untuk Israel," ungkap Netanyahu, seperti dilaporkan oleh Times of India.
Baca Juga: Lima WNI Ditangkap Militer Israel Saat Misi Kemanusiaan Menuju Gaza, Begini Tanggapan Pemerintah
Ia juga menambahkan, "Kami menghadapi upaya delegitimasi di banyak bagian dunia, tetapi tidak di India".
Netanyahu bahkan mengaku memiliki lebih banyak pengikut dari India dibandingkan dari negara lain mana pun di dunia.
"Di India, ada rasa cinta yang sangat luar biasa terhadap Israel. Saya percaya memiliki lebih banyak pengikut dari India dibandingkan di tempat lain mana pun," ujarnya.
Delegitimasi di Dunia, Tapi Tidak di India
Netanyahu mengonfirmasi bahwa Israel saat ini menghadapi masalah besar berupa "delegitimasi" di berbagai negara di dunia, namun situasi tersebut tidak terjadi di India.
"Israel menghadapi masalah delegitimasi di dunia, tetapi tidak di India," ujar Netanyahu dalam Konferensi Lembah Yordania.
Ia menyebut India sebagai salah satu pendukung terkuat Israel dan menilai hubungan kedua negara sangat unik.
Netanyahu juga menyampaikan terima kasih kepada India karena dinilai berdiri di pihak Israel setelah serangan Hamas pada 2023 lalu.
India sendiri telah menjadi mitra dagang terbesar kedua Israel di Asia dan Relations kedua negara semakin erat dalam beberapa tahun terakhir. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni