Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harga Minyak Dunia Bertahan di Bawah 100 Dolar AS Meski Timur Tengah Memanas

Ika Nur Jannah • Minggu, 7 Juni 2026 | 08:02 WIB
Ilustrasi kilang minyak. (PINTEREST)
Ilustrasi kilang minyak. (PINTEREST)

RADARTUBAN - Harga minyak dunia masih bertahan di bawah 100 dolar AS per barel meskipun pasokan minyak dari Timur Tengah mengalami gangguan akibat ketegangan di Teluk. 

Lonjakan harga yang ditakutkan banyak pihak hingga 200 dolar AS atau bahkan 300 dolar AS per barel ternyata belum terjadi.

Berdasarkan laporan Bloomberg, harga minyak mentah masih berada di angka sekitar 96 dolar AS per barel pada hari ini, jauh dari perkiraan beberapa analis yang sebelumnya memprediksi harga bisa melonjak drastis.

Baca Juga: Saling Serang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik ke 96 Dollar AS

“Orang-orang mengira situasinya akan jauh lebih buruk, Hari ini, saya Melihat harga minyak sekitar 96 dolar AS per barel, padahal banyak yang memperkirakan bisa mencapai 300 dolar AS,” ungkap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Permintaan lemah dari China dan ekspor minyak Amerika Serikat yang tetap kuat menjadi faktor penopang yang mencegah harga minyak tembus ke level 200 dolar AS. 

Kedua faktor tersebut menyeimbangkan pasokan gangguan yang terjadi di Timur Tengah.

Selain itu, pasar juga didukung oleh surplus pasokan minyak yang sudah ada sebelum konflik di Timur Tengah pecah. Kelebihan pasokan ini memberikan ruang bagi pasar untuk menyerap dampak gangguan ekspor sementara dari kawasan tersebut.

Meski konflik masih berlanjut, analis pasar menilai mengutip harga minyak yang ekstrem sulit terjadi karena fondasi kelangsungan global tidak mendukung dan pasokan alternatif dari negara selain Timur Tengah masih cukup tersedia. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#minyak #timur tengah #barel