RADARTUBAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa konflik dengan Iran telah berakhir pada Kamis (11/6) waktu setempat.
Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa AS dan Iran telah menyepakati nota kesepahaman yang sangat kuat untuk menghentikan pertempuran.
Pengumuman tersebut disampaikan Trump bersamaan dengan keputusan mengejutkan untuk membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran pada hari yang sama.
"Presiden Donald J. Trump membatalkan serangan terjadwal terhadap Iran," Tulis unggahan Instagram @potus
Baca Juga: Jimmy Carter, Mantan Presiden Amerika Serikat dengan Usia Paling Panjang Dalam Sejarah Tutup Usia
Dia mengisyaratkan bahwa sebuah kesepakatan telah dicapai, meskipun tidak merinci syarat-syaratnya.
Trump mengeklaim bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan yang kuat untuk menghentikan pertikaian tersebut.
"Saya tidak tahu apakah anda sudah mendengarnya, tetapi kami mengakhiri perang dengan Iran hari ini," ujar Trump
Pernyataan Trump disampaikan setelah ia membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran pada hari yang sama, serta mengisyaratkan di platform Truth Social bahwa sebuah kesepakatan telah dicapai.
Namun, klaim Trump segera dibantah oleh pihak Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqhaei, menegaskan bahwa belum ada kesepakatan akhir yang dicapai antara Iran dan AS.
"Sejauh ini, Iran belum mencapai kesimpulan akhir mengenai kesepakatan tersebut," kata Baqaei dikutip dari AFP.
Juru bicara Kemenlu Iran mengingatkan untuk skeptis terhadap klaim Trump.
Keputusan Trump membatalkan serangan besar ini menjadi sorotan internasional, mengingat ketegangan antara AS dan Iran yang telah berlangsung selama beberapa waktu terakhir.
Namun, dengan bantahan dari pihak Iran, status perdamaian sesungguhnya masih menjadi pertanyaan dan perlu diverifikasi lebih lanjut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni