Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jemaah Haji Asal Tuban Meninggal di Makkah, Sudah Siapkan Kain Kafan di Makkah

M. Mahfudz Muntaha • Rabu, 17 Juni 2026 | 15:31 WIB
Kain kafan yang disiapkan Siti Rokayah diserahkan PPIH Arab Saudi kepada pihak Rumah Sakit Basharahil Makkah untuk dikenakan kepada almarhumah sewaktu pemakaman. Insert, Siti Rokayah ketika disambangi jemaah lain. (DOKUMENTASI KEMENTERIAN HAJI)
Kain kafan yang disiapkan Siti Rokayah diserahkan PPIH Arab Saudi kepada pihak Rumah Sakit Basharahil Makkah untuk dikenakan kepada almarhumah sewaktu pemakaman. Insert, Siti Rokayah ketika disambangi jemaah lain. (DOKUMENTASI KEMENTERIAN HAJI)

RADARTUBAN – Kabar duka kembali datang dari jemaah haji 2026. Siti Rokayah, salah satu dari dua tamu Allah yang masih dirawat di Makkah kemarin (16/6) pukul 06.50 waktu Arab Saudi (WAS) dikabarkan meninggal dunia.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, jemaah berusia 66 tahun itu menjalani perawatan selama 12 hari di Makkah, karena penyakit gagal napas akibat masalah pada paru-paru dan jantung. 

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Ketua Kloter SUB 28 Misbahul Munir mengatakan, selama menjalani rangkaian ibadah haji, jemaah haji tersebut sempat dirawat di tiga rumah sakit.

Baca Juga: Kembali Mangkir di Kasus Kuota Haji, KPK Tagih Bukti Alasan Bos Maktour

Sehari di Makkah, Siti Rokayah dirawat selama tiga hari di RS King Faisal. Setelah membaik, dia mulai menjalani aktivitas. ‘’Sampai bisa menyelesaikan rukun haji,’’ ujarnya.

Bahkan, menjelang kepulangan, yang bersangkutan masih bisa berkomunikasi dengan baik. Namun, Jumat (5/6) malam atau sehari menjelang penerbangan ke Tanah Air, dia tiba-tiba drop dan harus dilarikan di rumah sakit.

‘’Sabtu (6/6), sebelum penerbangan, saya mengantar anak dan menantunya yang mendampingi haji untuk berpamitan. Ketika itu, kondisi Bu Hajah Rokayah sudah tidak sadarkan diri,’’ terang pengajar MAN 1 Tuban itu. 

Ketika jemaah se-kloternya sudah terbang ke Tanah Air, koper kabin yang bersangkutan ditinggal di rumah sakit.

Harapannya, setelah kondisinya membaik, dia terbang bersama kloter berikutnya. ‘’Namun, setelah 12 hari dirawat, Allah berkehendak lain. Allah justru memanggilnya,’’ ujar Munir. 

Dia mengungkapkan, sejak awal Siti Rokayah sudah memiliki firasat jika akan meninggal di Tanah Suci. Karena itu, dari rumah dia menyiapkan kain kafan dan dimasukkan dalam koper kabinnya.

Keinginan almarhumah, lanjut Munir, kain kafan itu dicuci dengan air Zamzam di Makkah sebelum kembali disimpan di kopernya. Keinginan tersebut berhasil diwujudkan yang bersangkutan setelah keluar dari dari RS King Faisal.

Begitu PPIH Arab Saudi mengabarkan meninggal dunia, keluarga almarhumah meminta agar wasiatnya untuk menggunakan kafan yang dibawa, bisa diwujudkan.

‘’Alhamdulillah disetujui dan kain kafan jemaah di koper kabin sudah diserahkan petugas PPIH ke rumah sakit,’’ kata dia. 

Siti Rokayah merupakan jemaah haji kedua Tuban yang meninggal dunia. Sebelumnya, dua hari pascakepulangan di tanah air pada Rabu (10/6), jemaah haji dari Kloter SUB 26 atas nama Darsiman meninggal dunia di Rumah Sakit Haji Embarkasi Surabaya setelah dua hari dirawat. (fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Haji #makkah #wafat #Arab Saudi