RADARTUBAN - Amerika Serikat (AS) dan Iran akan menggelar perundingan menuju kesepakatan damai komprehensif pada Jumat (19/6) di Swiss.
Perundingan ini diharapkan mengakhiri konflik panjang yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan fase baru dalam negosiasi Iran dan As akan dimulai.
"Kemungkinan besar pada hari Jumat, sebuah babak baru negosiasi Antara Iran-AS untuk mencapai kesepakatan final akan dimulai". Ujar Abbas Araghchi.
Baca Juga: PBB Waspadai Eskalasi Rusia-Ukraina, Desak Kedua Pihak Lanjutkan Perundingan
Dalam kesepakatan akhir tersebut, keputusan akan diambil mengenai upaya pencabutan sanksi.
"Dalam perjanjian final tersebut keputusan akan diambil terkait isu nuklir dan pencabutan sanksi," tambahnya
Ini merupakan poin krusial yang menjadi salah satu isi utama perundingan damai antara AS dan Iran.
Pakistan, yang bertindak sebagai mediator utama, telah berperan penting dalam mendorong kedua belah pihak mencapai kesepakatan damai.
Perundingan selama 60 hari kedepan akan membahas dua hal isu utama yang belum terselesaikan, nuklir dan rencana pencabutan sanksi ekonomi internasional.
Kesepakatan bersejarah AS dan Iran membawa harapan baru bagi perdamaian dunia.
Perundingan ini juga dirancang untuk merumuskan langkah teknis implementasi poin-poin kesepakatan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni