RADARTUBAN - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan damai yang dicapai dengan Iran telah mencegah kemungkinan serangan militer lanjutan yang menurutnya dapat berlangsung hingga dua tahun.
Dalam konferensi pers pada Rabu (17/6), Trump mengatakan bahwa tanpa adanya kesepakatan tersebut, Amerika Serikat berpotensi melanjutkan operasi militer terhadap Iran dalam jangka waktu yang panjang.
“Jika kesepakatan ini tidak tercapai, serangan dapat terus berlangsung selama beberapa minggu, bahkan hingga dua tahun,” ujar Trump.
Trump juga menilai kesepakatan tersebut berperan penting dalam menjaga stabilitas jalur perdagangan energi global. Menurutnya, tanpa tercapainya perdamaian, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tidak akan kembali normal.
Baca Juga: Amerika Serikat dan Iran Gelar Perundingan Final di Swiss, Bahas Nuklir dan Sanksi
Selain itu, ia mengklaim kondisi pasar keuangan global berpotensi mengalami tekanan lebih besar apabila proses diplomasi antara kedua negara gagal mencapai hasil.
Dalam kesempatan tersebut, Trump menegaskan bahwa proses menuju kesepakatan damai bukanlah hasil negosiasi yang berlangsung singkat. Ia menyebut upaya tersebut telah melalui perjalanan panjang selama bertahun-tahun.
Trump juga mengaitkan tercapainya kesepakatan dengan operasi militer Amerika Serikat yang menewaskan Qasem Soleimani beberapa tahun lalu. Menurutnya, perkembangan diplomatik saat ini kemungkinan tidak akan terjadi apabila peristiwa tersebut tidak pernah terjadi.
Lebih lanjut, Trump mengatakan bahwa Iran berpotensi menghadapi tekanan ekonomi yang jauh lebih berat apabila tidak tercapai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.
Sebelumnya, pada 14 Juni, pemerintah Iran dan Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) perdamaian telah rampung. Dokumen tersebut dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juni mendatang.
MoU tersebut memberikan masa transisi selama 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final yang mencakup isu program nuklir Iran serta pencabutan sejumlah sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat.
Trump juga mengungkapkan kemungkinan dirinya tetap berada di kawasan Eropa guna menghadiri agenda penandatanganan nota kesepahaman tersebut.
Kesepakatan yang tengah dipersiapkan itu dinilai menjadi langkah penting dalam upaya meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran yang selama bertahun-tahun memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah serta pasar energi global.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni