Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harga Minyak Dunia Melonjak 5 Persen Usai Trump Ancam Bombardir Iran, Pasar Langsung Bergejolak

Ika Nur Jannah • Kamis, 9 Juli 2026 | 16:28 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (instagram.com/@potus)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (instagram.com/@potus)

RADARTUBAN - Harga minyak  melonjak lebih dari 5 persen pada perdagangan Rabu (8/7) setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran. 

Sentimen pasar memburuk karena pernyataan Trump memicu kekhawatiran baru soal pasokan energi dari Timur Tengah.

Kini harga minyak Brent naik 5,2 persen menjadi 78,02 dolar AS per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) menguat 4,4 persen menjadi 73,52 dolar AS per barel.

Kenaikan harga itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran telah berakhir.

Baca Juga: Harga Minyak Kembali Tertekan, Langkah Arab Saudi dan OPEC+ Picu Kekhawatiran Pasar Energi Global

Hal tersebut disampaikan presiden AS saat konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO di turki.

Pernyataan tersebut muncul saat pasar masih mencermati dampak serangan dan balasan militer yang kembali memanasnya situasi geopolitik di kawasan.

"Saya rasa ini tidak akan dimulai lagi. Saya rasa ini akan berakhir dengan sangat cepat. Mereka menyerang beberapa kapal, Jadi kami membalas dengan lebih keras. Ketika mereka menyerang. Kami membalas 10 kali lebih keras," Ujar Trump.

Baca Juga: Kabar Baik! Pemerintah Optimistis Harga Pertamax Segera Turun Seiring Melemahnya Harga Minyak Dunia

Sebelumnya, Presiden Trump menduga harga minyak akan turun karena kapal tanker terus keluar dari selat hormuz.

"Harganya minyak mentah akan sedikit naik dan ini akan segera berakhir. Saat ini kita mengalami kelebihan pasokan minyak karena kita telah mengeluarkan semua kapal itu dari selat dan harganya akan turun," Katanya.

Iran kembali memperingatkan akan menutup selat hormuz, dan merespon serangan baru dengan kekuatan besar.

Komando Pusat AS, kayaknya telah mengebom lebih dari 80 target Iran dalam semalam. Termasuk sistem pertahanan udara, jaringan komando dan kendali, situs radar, kemampuan rudal anti kapal, dan kapal-kapal kecil. 

Sementara itu, kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan itu adalah sebagai pelanggaran berat terhadap nota kesepahaman yang dicapai Washington dan Taheran pada bulan lalu. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#ancaman #presiden amerika serikat #Harga Minyak #iran #donald trump