RADARTUBAN - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan negaranya akan mengambil peran sebagai penjaga pelayaran di Selat Hormuz dan meminta bayaran kepada kapal-kapal yang melintas.
"Sekarang kami akan menjaganya, kan kami akan dibayar untuk mencobanya," Kata Trump.
Trump menilai tuntutan pembayaran tersebut wajar sebagai kompensasi atas operasi militer yang digelar personal AS di wilayah konflik tersebut.
"Kami hanya ingin mendapatkan penggantian atas semua ini, atas upaya kami menempatkan rakyat kami dalam bahaya," ujarnya.
Pernyataan terbaru Trump itu langsung memicu sorotan. Pasalnya, pemerintah AS sebelumnya selalu menyuarakan bahwa kapal-kapal dagang berhak melintasi selat hormuz secara bebas tanpa pungutan biaya apapun.
Baca Juga: AS dan Iran Sepakat Hentikan Permusuhan, Dijadwalkan Bertemu di Qatar Bahas Selat Hormuz
Penegasan kebebasan jalur tersebut sebenarnya baru saja disuarakan oleh Trump pada (24/6) lalu, yang menyatakan menolak segala bentuk pungutan biaya pelayaran yang melintasi selat tersebut.
Sementara itu menteri luar negeri AS, Marco Rubio turut menyikapi hal tesebut. Ia menegaskan status selat hormuz sebagai jalur perairan internasional yang bebas tarif.
"Biaya dan tarif tol sama saja bagi saya... Itu jalur air internasional," Kata Rubio.
Ia menambahkan bahwa tidak ada negara di dunia yang mendukung pembayaran untuk melewati selat hormuz.
Jauh sebelum itu, tepatnya pada April lalu, setrum juga sempat merespon pertanyaan mengenai kemungkinan adanya kesepakatan yang mengizinkan Iran memungut biaya dari kapal yang melintas.
Saat itu, Trump mengusulkan agar AS yang mengambil peran tersebut.
"Bagaimana dengan kita yang memungut tarif? Saya lebih suka melakukan itu daripada membiarkan mereka memungutnya. Mengapa tidak? Kami pemenangnya. kami menang," Ungkap Trump waktu itu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni